Connect with us

Hukum dan Ham

Operasi Zebra 2021, Satlantas Polres Kediri Kota Tindak Tegas 7 Potensi Lakalantas

Diterbitkan

pada

Kediri – Jajaran personel satuan lalu lintas polres Kota Kediri, polda Jatim menggelar apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan operasi zebra semeru tahun 2021. Operasi zebra kali ini, akan ada penindakan secara tegas 7 potensi penyebab terjadinya lakalantas.

Pelaksanaan apel gelar pasukan operasi zebra semeru tahun 2021, Polres Kediri kota terlaksana di halaman mapolres. Senin pagi.

Apel mendapat pimpinan langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, dengan peserta apel anggota sat lantas, TNI, dinas perhubungan dan satpol PP kota kediri.

Pelaksanaan operasi Zebra Semeru terlaksana 14 hari ke depan. Sejak hari ini tanggal 15 sampai dengan 28 November 2021 akan terlaksana operasi zebra.

Dalam pelaksanaan operasi zebra kali ini, akan lebih fokus pada kegiatan edukatif dan persuasif dan humanis. Sekaligus dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid 19. Dengan sasaran masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan. Dan disiplin berlalulintas serta sosialisasi pembatasan mobilitas masyarakat menjelang perayaan natal dan libur tahun baru 2022.

Pelaksanaan operasi zebra ini, harapannya dapat menekan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan serta meningkatkan kesadaran dalam disipilin berlalu lintas, mengedukasi masyarakat  untuk tertib berlalu lintas dan mematuhi protokol kesehatan.

Sementara, kasatlantas Polres Kediri Kota menyampaikan bahwa dalam operasi kali ini, lebih memprioritaskan angka kuantitatif terkiat pandemi Covid 19, dan kamseltibcarlantas dengan menekankan masalah kecelakaan lalulintas.

Untuk edukasi kita akan melakukan tindakan secara preemtif dan preventif. Dengan mengedukasi masyarakat dengan menggunakan meme. Kasatlantas menambahkan, dalam operasi zebra tahun 2021 kali ini, tidak seperti tahun sebelumnya. Satlantas akan melakukan penindakan secara tegas apabila melanggar 7 potensi yang menyebabkan terjadi kecelakaan. Tidak memakai sabuk pengaman, tidak memakai helm, tidak mematuhi rambu rambu lalulintas, kecepatan tinggi, tata cara muat, serta menggunakan handphone. (me)

Continue Reading
Advertisement

Hukum dan Ham

Universitas Brawijaya Beri Penjelasan Kasus Pelecehan Seksual Dialami NWR

Diterbitkan

pada

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Agus Suman (kanan) dan perwakilan dari Kantor Lembaga Hukum (KLH) Universitas Brawijaya Lucky Endrawati, pada saat melakukan jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). (FOTO ANTARA/Vicki Febrianto)

Malang – Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seorang mahasiswa berinisial NWR (23), yang meninggal dunia di dekat makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur pada 2 Desember 2021.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang Prof. Dr. Agus Suman dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan bahwa kasus pelecehan seksual yang terjadi pada 2017 dilaporkan NWR pada Januari 2020.

“Pada awal Januari 2020, NWR melaporkan kasus pelecehan seksual yang pernah dialaminya kepada Fungsionaris FIB UB,” katanya.

Ia menjelaskan pelaku pelecehan seksual yang dilaporkan NWR merupakan kakak tingkatnya yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FIB UB dengan inisial RAW. Saat itu, usai menerima laporan, FIB UB melakukan tindak lanjut dengan membentuk Komisi Etik.

Menurut Agus, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RAW, kakak tingkat NWR itu terbukti bersalah dan telah diberikan sanksi oleh pihak Universitas Brawijaya. Sementara untuk NWR, diberikan pendampingan berupa pemberian konseling sesuai peraturan yang berlaku.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, RAW terbukti bersalah dan pihak UB memberikan sanksi serta pembinaan. Kemudian, pendampingan juga diberikan kepada NWR,” katanya.

Ia menambahkan berdasarkan informasi yang diterima, NWR dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan cukup baik. Namun, memang dari informasi lain, NWR juga dikabarkan memiliki permasalahan di keluarga.

“Mahasiswa yang baik, aktif. Namun, kami mendapat kabar seperti memiliki permasalahan di keluarga,” katanya.

NWR, lanjutnya, juga telah mendapatkan pelayanan konseling dari pihak Universitas Brawijaya. Pihak universitas berduka akibat meninggalnya salah satu mahasiswa yang menimba ilmu di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIB itu.

“Jika ada isu itu didiamkan atau dibiarkan, kami pastikan itu tidak benar. Karena itu anak kami,” katanya.

Ia menambahkan kasus pelecehan seksual yang dialami NWR pada 2017 tidak memiliki hubungan dengan kasus baru yang melibatkan oknum anggota kepolisian. Kasus pelecehan seksual itu, sudah diselesaikan.

“NWR meninggal dunia karena kasus yang berbeda. Kasus yang dialami NWR pada 2017, tidak ada hubungannya, untuk di Universitas Brawijaya itu sudah selesai,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Kantor Lembaga Hukum (KLH) Universitas Brawijaya Lucky Endrawati menambahkan, NWR mengalami pelecehan seksual secara fisik dan verbal, para 2017 yang kemudian dilaporkan pada awal 2020.

“NWR mengalami kekerasan seksual berupa pelecehan seksual secara fisik dan verbal,” katanya.

Universitas Brawijaya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang mahasiswi berinisial NWR tersebut. Selain itu, pihak universitas juga mengapresiasi dan mendukung langkah cepat yang dilakukan oleh kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Pihan universitas tetap konsisten dan berkomitmen melakukan segala upaya untuk mencegah dan menangani setiap tindakan yang dikualifikasikan sebagai kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan NWR mengakhiri hidupnya di area makam di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada (2/12). NWR diduga meminum racun jenis potasium.

NWR diketahui mengalami depresi usai menjalin hubungan dengan oknum anggota polisi berinisial RB yang bertugas di Polres Pasuruan sejak 2019.

Pihak kepolisian menindak tegas Bripda RB, oknum anggota Polri yang terlibat kasus bunuh diri NWR melalui pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Selain itu, oknum tersebut juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. (antara/vb)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: