
Pertandingan babak pertama tak banyak mendapat warna peluang berbahaya dan satu-satunya kesempatan emas yang tercipta oleh Milan mampu Giroud manfaatkan menjadi gol pada menit ke-14.
Berawal dari sepak pojok yang diperoleh Milan di laga tersebut, bola bisa terus dengan sundulan menyilang Rade Krunic yang mengarah ke area tiang jauh di mana Giroud menyambutnya dengan sontekan sempurna untuk membuka keunggulan Milan.
Sejak gol itu, Torino sebetulnya tampil lebih agresif untuk memburu gol balasan. Sayangnya, tak satu pun dari 12 percobaan tembakan mereka sepanjang laga mampu membuahkan hasil.
Peluang terbaik Il Toro lahir pada menit ke-76 saat Antonio Sanabria merangsek ke dalam kotak penalti. Melepaskan tembakan yang melaju melewati kiper Ciprian Tatarusanu. Namun, bola yang nyaris masuk ke gawang bisa Simon Kjaer kejar. Sebelum situasi bahaya itu mampu terkendali pada bek gaek kapten tim nasional Denmark tersebut.
Lantas pada menit ke-85 Dennis Praet menyambar bola liar. Sayangnya, bola memantul ke permukaan lapangan dan berakhir melambung di atas mistar gawang.
Pada menit keempat injury time kiper Torino Vanja Milinkovic-Savic turut membantu rekan-rekannya dalam situasi sepak pojok dan mampu menyundul bola ke arah Sanabria, sayangnya ia gagal menduplikasi gol Giroud dan skor 1-0 bagi Milan bertahan hingga peluit bubaran.
Milan selanjutnya akan bertandang ke Olimpico menghadapi AS Roma pada Minggu (31/10), sehari setelah Torino menjamu Sampdoria di Olimpico Grande. (Antara/gg)







