spot_img
Sabtu, Maret 14, 2026
Beranda Jawa Timur Nganjuk – Pangdam V Brawijaya Pastikan Empat Pilar Tim Tracer Digital Silacak...

Nganjuk – Pangdam V Brawijaya Pastikan Empat Pilar Tim Tracer Digital Silacak Berjalan Lancar

250

Nganjuk – Pastikan pelaksanaan tracer digital melalui aplikasi silacak berjalan lancar, Pangdam V Brawijaya mayjen TNI Suharyanto, mengunjungi 4 lokasi pelaksanaan tracer digital di Kabupaten Nganjuk. Dalam kunjungannya, Pangdam V Brawijaya ingin memastikan secara langsung, penanggulangan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk. Setelah memastikan penanggulangan sudah berjalan lancar, Pangdam V Brawijaya mayjen TNI, Suharyanto, mengunjungi empat lokasi tracer digital di Kabupaten Nganjuk. Dalam kunjunganya tersebut, empat pilar tim tracer digital sudah optimal dalam melakukan tracing melalui aplikasi Silacak.

Dengan mengendarai motor trail, Pangdam V Brawijaya bersama segenap jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk mendatangi satu persatu lokasi pelaksanaan tracer digital. Di lokasi tersebut, pangdam V brawijaya mendengarkan langsung pemaparan dari 4 pilar tim tracer. Mulai dari pelaporan dan penanganan warga terkonfirmasi positif Covid 19 melalui aplikasi silacak.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI, Suharyanto, menjelaskan, dari hasil kunjungan ini, pihaknya menilai bahwa program tersebut masih perlu terus ada peningkatan lagi ke depannya. Pihaknya menambahkan, meski masih ada kekurangan dan belum sempurna, namun pihaknya optimis para tim tracer mampu meningkatkan dan memperbaiki kemampuan tersebut secara bertahap.

Pihaknya berharap, seluruh anggota 4 pilar tim tracer yang menjadi ujung tombak program tracer digital ini, mampu menekan angka penyebaran Covid 19 di tingkat desa hingga kembali normal. Selain itu, untuk mempercepat penanganan, pihaknya meminta agar pelaksanaan rapid test hasil tracing terlksana langsung di tempat.

Program tracer digital melalui aplikasi Silacak ini sangat efektif untuk menekan angka penyebaran virus Covid 19 dengan cepat. Sebab, dalam tracing digital ini babinsa akan melakukan wawancara kepada warga yang terduga menjalin kontak erat dengan pasien Covid-19. Namun demikian, proses wawancara tidak dilakukan dengan tatap muka, melainkan dengan video call melalui aplikasi whatsapp. (sh)