spot_img
Jumat, Maret 20, 2026
Beranda Jawa Timur Musim Panen Tebu, Gerak Cepat Dinas PU Kota Kediri Cegah Kerusakan Infrastruktur

Musim Panen Tebu, Gerak Cepat Dinas PU Kota Kediri Cegah Kerusakan Infrastruktur

239

KEDIRI – Musim Panen Tebu atau sering disebut Tebang Tebu identik dengan pemanfaatan saluran irigasi maupun jalan aspal yang dilewati truk bermuatan tebu dengan tonase yang kadang berlebih sehingga dapat merusak kondisi infrastruktur, khususnya saluran irigasi maupun aspal jalan. Dari kondisi itu Dinas Pekerjaan Umum bergerak cepat melakukan pemantauan infrastruktur disejumlah wilayah di Tiga Kecamatan di Kota Kediri atas kegiatan musim panen tebu yang berlangsung tiap tahunnya tersebut.

Endang Kartika Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri sangat mengapresiasi masukan dari masyarakat di Kota Kediri akan kepedulian terhadap infrastruktur yang ada diwilayahnya masing-masing, khususnya dimusim panen tebu saat ini yang mengharuskan truk pengangkut tebu hilir mudik memanfaat infrastruktur yang ada.

“Kita selalu merespon cepat masukkan masyarakat atas kondisi infrastruktur yang ada saat ini, khususnya yang dimanfaatkan para petani tebu untuk mengangkut hasil panennya mengunakan truk truk yang hilir mudik saat panen tiba. Seperti yang dilakukan di Jalan Aspal Baru Dilingkungan RW.01 dan RW.02 Campurejo Mojoroto Kediri untuk bersama instansi samping melakukan sosialisasi dan himbauan kepara petani,pengusaha yang memanfaatkan infrastruktur yang ada,”terangnya,Sabtu (10/9/2022)

Lebih Lanjut Bu Endang panggilan akrab perempuan lincah dan cerdas dalam kerjanya ini berharap kesadaran para pemanfaat infrastruktur yang ada di Kota Kediri untuk saling menjaga terhindar dari kerusakan maupun pengrusakkan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Sementara itu Samirin salah Ketua RT diwilayah RW.02 Campurejo Mojoroto Kota Kediri yang juga ikut menyaksikan atas sidak dari pihak Kecamatan Mojoroto,Kelurahan Campurejo serta Instansi Samping itu mengaku bila para pemanfaat lahan atau petani tebu yang ada diwilayahnya bersedia melakukan perbaikkan atas infrastruktur saluran irigasi akibat dari pemanfaatan pengangkutan tebu yang selama ini dilakukan.

“Akhirnya petani tebu itu bersedia mengembalikan infratruktur saluran irigasi yang ada usai berakhirnya masa panen tebu,”tambahnya

Terpisah, Didik Catur Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri mengungkapkan, dari adanya masukan masyarakat atas aktifitas truk muatan tebu yang dianggap mengakibatkan infrastruktur saluran irigasi ataupun aspal rusak sejumlah pihak telah turun tangan kelokasi.

“Aspal yang ada memang baru selesai diperbaiki dan kondisi aspal masih belum seratus persen kering dan saluran irigasi dekat aspal memang dalam kondisi rusak karena aktivitas muat panen tebu, sehingga pihaknya menyarankan untuk para petani atau pemanfaatan lahan untuk memasang plat besi baja diatas saluran irigasi untuk mengurangi resiko kerusakan saluran irigasi,”ungkapnya

DC panggilan Akrab yang baru pulang dari Berhaji itu menegaskan, dari masukan Masyarakat atas kondisi hilir mudik truk angkutan tebu dikawasan persawahan yang secara tidak sengaja mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan saluran irigasi tiap tahunnya, dalam tahun tahun berikutnya Dinas Pertanian akan menjadikan telaah atau bahan diskusi untuk mengatasi kondisi yang terjadi tersebut tidak terulang tiap tahunnya.(ef)