Musim Kemarau Panjang, 2 Hektar Lereng Gunung Pegat Terbakar

72

BLITAR – Musim kemarau panjang yang melanda sebagian wilayah Jawa Timur turut membawa tantangan serius di Kabupaten Blitar. Sabtu malam, sekitar 2 hektar lahan lereng Gunung Pegat di Kecamatan Ponggok kabupaten tersebut terbakar hebat. Meskipun api meluas dengan cepat akibat kencangnya hembusan angin, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena lokasinya yang cukup jauh dari permukiman warga.

Kebakaran ini diduga berasal dari daun kering dan semak belukar yang terbakar akibat suhu panas yang ekstrem selama musim kemarau. Api pertama kali muncul di dua titik sisi sebelah timur dan barat Gunung Pegat, dan dengan cepat merembet menjalar ke area yang lebih luas.

Petugas dari TNI-Polri dan tim pemadam kebakaran berupaya keras untuk memadamkan api yang marak tersebut. Dua unit mobil pemadam juga dikerahkan guna mengatasi kobaran api yang meluas. Selain itu, petugas menggunakan alat seadanya untuk mengendalikan api.

Tedy Prasojo, salah seorang petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Blitar, menjelaskan bahwa cuaca yang panas dan angin kencang membuat pekerjaan pemadaman menjadi lebih sulit. Namun, berkat kerja keras petugas dan bantuan mobil pemadam, akhirnya api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam.

Warga sekitar juga berperan aktif dalam membantu memadamkan api sebelum petugas tiba di lokasi. Semua pihak bahu-membahu untuk menjaga agar kebakaran tidak meluas dan merugikan lebih banyak lahan.

Kepala Daerah Kabupaten Blitar, dalam keterangannya, mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung. Penting bagi semua pihak untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari pembakaran sampah sembarangan, dan melaporkan dengan cepat jika terjadi kebakaran guna menghindari kerugian yang lebih besar.

Saat ini, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar area yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang dapat menyebabkan kebakaran kembali. Semoga situasi ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan dan berhati-hati selama musim kemarau panjang.