Kediri – Masuki bulan Juni 2023, awal musim kemarau harus diwaspadai mengingat berbagai ancaman yang dapat muncul akibat dampak tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa meskipun beberapa hari ini Kota Kediri masih mengalami hujan, namun hujan tersebut hanya bersifat temporer atau sementara. Menurutnya, hujan tersebut merupakan fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah merilis bahwa musim kemarau diperkirakan dimulai pada Juni hingga September 2023. Selain itu, BMKG juga memprediksi bahwa fenomena El Nino akan terjadi di Indonesia pada semester kedua tahun 2023.
El Nino sendiri adalah fenomena pemanasan suhu muka laut yang dapat mengurangi curah hujan dan memicu kondisi kekeringan di wilayah Indonesia. Dalam upaya antisipasi, pemetaan wilayah terhadap potensi bencana telah dilakukan oleh BPBD Kota Kediri bersama sejumlah instansi terkait. Hal ini termasuk pemetaan wilayah yang rawan terhadap kebakaran serta identifikasi titik-titik yang kemungkinan akan membutuhkan suplai air akibat kekeringan.
El Nino merupakan pemanasan suhu muka laut yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah. Pemanasan ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan di atas Samudra Pasifik tengah dan berdampak pada pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia.


