
Semarang β Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, dengan penuh semangat menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) yang mengukuhkan kerja sama antara ASEAN dan World Intellectual Property Organization (WIPO) terkait perluasan kerja sama dalam berbagai bidang. Penandatanganan ini terjadi dalam rangkaian agenda pertemuan para Menteri Ekonomi ASEAN ke-55 dan pertemuan terkait lainnya, yang berlangsung di Semarang.
Dalam momen bersejarah ini, Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, dan Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang Heng Shim, dengan tulus mewujudkan kesepakatan yang akan memberikan dampak positif dalam mendorong perkembangan ekonomi di kawasan. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa Kekayaan Intelektual (KI) memiliki peran sentral dalam menggerakkan roda ekonomi di seluruh kawasan. Dalam konteks ini, kerja sama dan dukungan dari mitra dialog potensial menjadi sangat penting guna mengurangi kesenjangan dalam sistem perlindungan KI di tingkat internasional. Dengan penandatanganan MOU ini, diharapkan negara-negara anggota ASEAN mampu bersinergi dalam memanfaatkan sistem KI secara maksimal, sekaligus memajukan potensi ekonomi di wilayah ASEAN.
Keberhasilan momen bersejarah ini juga dirayakan melalui peluncuran ASEAN IP Register. Teknologi ini merupakan pintu gerbang tunggal yang lahir dari kolaborasi dalam konsultasi dan pengembangan bersama. Menurut Menteri Zulkifli, dukungan yang telah terus-menerus diberikan oleh WIPO untuk perkembangan dan pemanfaatan sistem KI di wilayah ASEAN akan terus berkembang seiring waktu. Pentingnya memastikan akses mudah terhadap informasi KI bagi perempuan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta generasi muda, akan terus diperjuangkan melalui program kerja dalam bidang KI di wilayah ASEAN.
Dengan penandatanganan MOU yang begitu bersejarah ini, harapan baru bermunculan. ASEAN dan WIPO telah mengukuhkan komitmen mereka untuk menjaga keberlanjutan, kolaborasi, dan pertumbuhan yang inklusif di dalam wilayah yang dinamis ini. Semakin optimislah kita melangkah ke depan, menuju masa depan yang penuh potensi dan peluang di bidang kekayaan intelektual di kawasan ASEAN.







