
Serang – Misi dagang terbaru antara Jawa Timur (Jatim) dan Banten telah mencatat transaksi gemilang sebesar Rp 340,477 miliar. Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa kerja sama antarprovinsi di Indonesia terus berkembang, dengan Banten menjadi provinsi ke-33 yang dikunjungi oleh Jatim dalam misi dagang dan investasi.
Dalam rangkaian misi dagang ini, sebanyak 157 pengusaha turut berpartisipasi, yang terdiri dari 100 pengusaha dari Banten dan 57 pengusaha dari Jatim. Pertemuan antar pengusaha selalu menjadi momen penting yang berdampak pada kerja sama yang saling menguntungkan.
Salah satu contoh kerja sama yang menarik adalah proyek pembangunan apartemen di Banten yang akan memiliki 1.000 unit hunian. Pengusaha dari Jatim berkomitmen untuk menyediakan furnitur untuk apartemen ini. Ini adalah contoh nyata bagaimana pertemuan antar pengusaha dapat memicu kolaborasi yang produktif.
Di sisi komoditas, Jatim menawarkan beragam produk unggulan, termasuk pakan ikan dan udang, rumput laut, daging sapi, benih tanaman, produk olahan tembakau, bahan bangunan, pembangunan rumah FLPP, kerja sama investasi konstruksi, kopi, ayam frozen, dan beras. Sementara itu, Banten membeli berbagai komoditas seperti beras ungu, layanan promosi, dan kamar hotel.
Selama misi dagang ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Plt. Gubernur Banten, Al Muktabar, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama pembangunan daerah antara kedua provinsi. MOU ini kemudian diikuti oleh penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jatim dengan Banten, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari kedua provinsi.
Tidak hanya itu, PKS juga ditandatangani antara berbagai asosiasi bisnis, seperti KADIN, HIPMI, IWAPI, FORKAS, dan REI, yang mewakili pengusaha dari kedua provinsi. Hal ini menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat jaringan bisnis dan investasi di wilayah ini.
Misi dagang kali ini bukan hanya menghasilkan transaksi bernilai fantastis, tetapi juga memperkuat hubungan antara Jatim dan Banten. Kerja sama yang terjalin akan memberikan dampak positif bagi kedua provinsi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ini adalah langkah optimis menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Jatim dan Banten serta seluruh Indonesia.







