spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda BERITA VIDEO “Menjaga Pemilu 2024: Menko Polhukam Tekankan Pentingnya Literasi Media dan Politik”

“Menjaga Pemilu 2024: Menko Polhukam Tekankan Pentingnya Literasi Media dan Politik”

189

Jakarta, 24 Mei 2023 – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Menko Polhukam) Prof. Dr. Mahfud MD, menekankan pentingnya pembangunan dan penguatan literasi media dan politik menjelang Pemilu 2024. Hal ini dianggap esensial untuk menjaga integritas pemilu yang demokratis dan mendukung pencapaian pemerintahan terbaik.

Menko Mahfud menyampaikan pandangannya tersebut saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional bertajuk “Literasi Media dan Politik Jelang Pemilu 2024: Mitigasi Konflik SARA dan Penguatan Partisipasi Warga.” Seminar ini diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta di Gedung Auditorium Harun Nasution.

“Marilah kita bersama-sama menjaga Pemilu 2024 melalui literasi politik dan media yang tepat. Ini merupakan tugas kita bersama,” ujar Menko Mahfud.

Pemilu yang demokratis, lanjutnya, adalah kunci untuk mencapai proses politik yang berjalan sebagaimana mestinya. Pemilu menjadi ajang taruhan bagi seluruh masyarakat dalam meraih pemerintahan yang diinginkan.

“Pemilu adalah tonggak masa depan bangsa kita. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga demokrasi dalam pemilu,” tegasnya.

Menko Mahfud menyentil realitas di lapangan yang masih mencerminkan pandangan sebagian masyarakat yang menganggap politik sebagai wilayah yang harus dijauhi, haram, dan penuh dosa.

“Politik merupakan aspek yang melekat dalam kehidupan sosial manusia dan menentukan karakter produk hukum. Maka, memahami dan mengambil bagian dalam politik merupakan sebuah keharusan,” jelasnya.

Dalam perkembangan media saat ini, Menko Mahfud mengingatkan tentang dampak negatif yang mungkin timbul, seperti bias, disinformasi, dan hoax, serta kurangnya ruang untuk diskusi yang konstruktif. Oleh karena itu, dia berharap media dapat bertindak lebih konstruktif melalui pemberitaan dan pertanggungjawaban yang jelas sesuai nilai-nilai jurnalisme.

“Dengan mempertahankan independensi dari objek liputan, menjadi pemantau independen kekuasaan, dan menyajikan liputan yang komprehensif dan proporsional, kita dapat menjaga agar semua berjalan sesuai nilai yang kita bangun,” tegas Menko Mahfud.

Dalam seminar tersebut, Menko Mahfud juga menyampaikan beberapa pesan penting mengenai pembangunan dan penguatan literasi politik dan media. Pesan tersebut meliputi pentingnya media sebagai medium literasi politik yang efektif dan konstruktif, penanganan polarisasi di media massa, dan persiapan media dalam menyikapi gagasan dan konstruktif dalam mengatasi permasalahan bangsa.

Menko Mahfud juga menekankan pentingnya etika dan moral sebagai pijakan bagi warga negara. Menurutnya, etika dan moral yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat sendiri merupakan sumber dari hukum tertulis yang mengatur kehidupan bernegara.

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dan tokoh nasional lainnya, dan diharapkan menjadi bagian penting dalam pembangunan literasi media dan politik menjelang Pemilu 2024.

Selain seminar, FDIKOM UIN Jakarta juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan beberapa lembaga seperti KPU, KPI, dan ASKOPIS. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi keilmuan dan pengabdian masyarakat FDIKOM bagi publik di tanah air.