
Bandar Lampung, 6 Desember 2023 – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, membuka secara resmi sesi tahunan ke-59 Pertemuan Tingkat Menteri Komunitas Kelapa Internasional (International Coconut Community/ICC) di Bandar Lampung pada Selasa kemarin. Dalam kesempatan yang luar biasa ini, Menteri Zulkifli Hasan menyampaikan harapannya agar pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang inovatif dan aplikatif guna meningkatkan permintaan produk kelapa dan turunannya di tingkat global.
Menteri Zulkifli Hasan juga mendorong ICC untuk terus mengembangkan industri kelapa berkelanjutan dan bernilai tambah, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan petani. Beliau berharap agar kerja sama antar negara anggota ICC semakin erat dalam mengatasi tantangan sektor kelapa, melalui diskusi kolaboratif yang konstruktif.
Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk membahas isu-isu spesifik seputar kelapa, dengan tujuan mendorong diskusi kolaboratif antarnegara anggota. Hal tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi berkelanjutan yang dapat mengatasi tantangan di sektor kelapa secara efektif.
Sejalan dengan pertemuan, diadakan pameran dengan tema “Sustainable Coconut for Circular Economy”. Pameran ini menjadi platform untuk memamerkan inovasi dan praktik terbaik dalam memajukan industri kelapa yang berkelanjutan.
Saat ini, ICC memiliki 20 negara anggota yang bersama-sama menyumbang 86 persen dari produksi kelapa dunia. Selain Indonesia, negara anggota ICC lainnya termasuk Fiji, Filipina, Negara Federasi Mikronesia, Guyana, India, Jamaika, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, Kenya, Kiribati, Malaysia, Papua Nugini, Samoa, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Tonga, Vanuatu, dan Vietnam.
Pertemuan ICC sendiri akan berlangsung di Bandar Lampung hingga tanggal 7 Desember 2023. Semangat kolaborasi dan komitmen untuk mengembangkan industri kelapa berkelanjutan semakin mengukuhkan posisi Indonesia dan negara-negara anggota ICC sebagai pemain utama dalam industri kelapa global.







