Probolinggo – Bertempat di aula resto Happy Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, puluhan media hadir dalam gelaran piramida jalin silaturahmi menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Acara yang digelar melalui piramida (ngopi bareng bersama media) yakni, memberikan masukan selama media bertugas di lapangan terkait permasalahan yang dihadapi bersama Kapolres Probolinggo dan jajaran terkait yang lainya.
Kapolres Probolinggo, AKBP. Teuku Arsya Khadafi, mengapresiasi insan pers yang ikut andil menjaga kondusifitas di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya yakni peran media saat gelaran Pilkades yang sudah digelar Februari lalu.
Saat itu, media berperan dalam memerangi hoax sehingga media bisa membantu menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Probolinggo.
Pihaknya mengatakan, media memiliki pengaruh besar pada masyarakat. Utamanya dalam hal menyajikan pemberitaan sesuai fakta di lapangan dan memberikan edukasi pada masyarakat Probolinggo.
Arsya menyampaikan, saat ini tengah berpindah dari pandemi menuju endemi. Salah satu syarat yang harus di penuhi adalah vaksinasi dosis 2 harus ditingkatkan.
Pihaknya menggandeng media untuk memberikan pemahaman pada masyarakat pentingnya vaksinasi. Ketika vaksinasi 2 sudah dilakukan, masyarakat tidak perlu takut lagi melakukan aktifitas seperti dulu.
Lebih lanjut, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan insan pers terkait kondisi di lapangan. Salah satunya adalah kelangkaan minyak goreng, kelangkaan pupuk, dan maraknya curanmor.
Arsya menyampaikan, yang sering diberikan saat ini adalah kelangkaan minyak goreng. Namun, berdasarkan data statistik sekarang, seharusnya stok minyak goreng di Kabupaten Probolinggo aman hingga tiga bulan ke depan.
Terkait kelangkaan pupuk menjelang musim tanam, kapolres menyebutkan akan menyiapkan tim khusus yang menangani. Khususnya bila terjadi pelanggaran dalam pendistribusian pupuk.
Pihaknya juga butuh informasi dari masyarakat terkait jatah pupuk untuk tiap hektar lahan kurang lebih 75 KG. Piohaknya akan menyikapi dengan serius dijajaran pusat pun juga menurunkan personil guna menangani kelangkaan pupuk.
Sedangkan terkait maraknya kasus curanmor, Arsya mengatakan, kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk menangani hal ini. Minat masyarakat membeli kendaraan motor hasil kejahatan masih tinggi.
Seperti yang disampaikan Arsya, minimnya laporan masyarakat ketika motornya hilang bisa disebabkan karena kelengkapan izin motor itu sendiri. Sehingga, mereka tidak melapor seperti motor hasil curanmor masih ada, maka curanmor tetap terjadi.
Sementara itu, Ketua Pokja Kraksaan, Ahmad Faisol, mewakili awak media mengatakan, siap bersinergi dengan Polres Probolinggo guna menjaga kondusifitas di Probolinggo. (as)







