
KEDIRI, JAWA TIMUR – Ratusan massa yang menolak hasil pemilu 2024 terlibat dalam kerusuhan dan bentrokan dengan ribuan personel gabungan dari TNI dan Polri di kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Aksi protes massa ini akhirnya dapat diredam oleh petugas gabungan.
Kegiatan ini merupakan simulasi dan deklarasi Pemilu Damai yang digelar oleh Korem 082/CPYJ sebagai bagian dari rangkaian pemilu 2024. Meskipun tahapan pemilu berjalan lancar, namun saat pengiriman logistik terdapat segerombolan orang yang mengacau dan berhasil diamankan oleh petugas.
Setelah penghitungan suara, sebagian massa menyatakan ketidaksetujuannya terhadap hasil pemilu, sehingga terjadi unjuk rasa yang berujung bentrokan dengan petugas gabungan. Untuk menghindari korban, para calon pemilu diamankan oleh TNI menggunakan kendaraan Anoa.
Akhirnya, massa dapat dikendalikan oleh petugas gabungan dari TNI dan Polri. Kegiatan ini merupakan simulasi tahapan pemilu 2024 yang digelar oleh Korem 082/CPYJ.
Setelah kegiatan simulasi, dilaksanakan deklarasi Pemilu Damai 2024 yang dihadiri oleh Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Inf Heri Rustandi, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Aris Setiawan, jajaran Forkompimda Kota dan Kabupaten Kediri, anggota KPU, Bawaslu, serta perwakilan semua partai politik peserta pemilu.
Dalam deklarasi Pemilu Damai 2024 tersebut, semua pihak menolak penyebaran berita palsu (hoax), ujaran kebencian, politik uang, serta politisasi agama dan etnis. Seluruh peserta juga melakukan penandatanganan deklarasi Pemilu Damai sebagai komitmen untuk menjaga kedamaian selama proses pemilu.
Kolonel Inf Heri Rustandi, Komandan Korem 082/CPYJ, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan himbauan kepada para prajurit TNI, mulai dari tingkat Kodim 0809/Kediri hingga Koramil, untuk selalu menjaga netralitas dengan tidak mendukung calon atau pasangan calon manapun.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk memanfaatkan hak pilih mereka dalam pesta demokrasi pemilu 2024, karena pilihan mereka akan turut menentukan masa depan bangsa.







