spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda NASIONAL Masjid di Sragen Terlanjur Dirobohkan, Donaturnya Sempat Menghilang: Lagi Susah Keuangan

Masjid di Sragen Terlanjur Dirobohkan, Donaturnya Sempat Menghilang: Lagi Susah Keuangan

244

Sragen – Memiliki masjid baru menjadi impian masyarakat Dusun Kowangย Desaย Ngargotirto, Sumberlawang,ย Sragen. Terlebih bagi Muhamad Sholeh, kiai yang sudah 10 tahun mengabdikan hidupnya untuk memakmurkan masjid Al Fatah.

Masjid lama sudah lapuk. Beberapa kali diperbaiki, masjid itu kembali rusak, khususnya pada bagian atap yang lapuk. Dengan kata lain, masjid itu memang sudah tidak layak direnovasi.ย  Idealnya, masjid diratakan lalu dibangun kembali dengan yang baru.ย  Tapi niatan itu harus tertunda karena kas masjid yang belum cukup.

Gayung bersambut, seorang donatur dari Jakarta mendukungย pembangunanย masjidย itu. Ia juga bersedia membantuย pembangunanย masjidย itu sampai selesai.ย  Kabar baik ini disambut antusias pengelola masjid dan masyarakat setempat.

Sholeh mengatakan, pihaknya mempercayai perkataan donatur itu karena sebelumnya juga pernah membantu pembangunan beberapa masjid di Kecamatan Sumberlawang.

“Karena sebelumnya sudah pernah bantu bangun dua masjid, ” katanya.

Yakin akan ada yang siap membantu pembangunan, pihaknya lantas meratakan masjid, Februari 2022 lalu. Jika aliran dana lancar, pembangunan akan selesai dalam waktu 6 sampai 7 bulan.ย  Sang donatur sempat mentransfer uang Rp 10 juta pada tahap pembangunan awal. Tapi entah mengapa, setelah itu tidak ada lagi kabar.

Sampai sekitar dua bulan, sang donatur belum juga mentransfer uang kembali untukย pembangunanย masjid. Padahalย pembangunanย masjidย harus terus berjalan.ย Pihaknya pun sempat khawatir jika pengusaha itu benar-benar tak menepati janjinya.ย  Panitia akhirnya memutar otak agarย pembangunanย masjidย tetap berjalan tanpa mengandalkan satu donatur.

Sholeh mengaku sampai menyebar proposal ke orang-orang kaya atau pengusaha di Magelang, tempat asalnya dulu.ย  Sayang usahanya tak membuahkan hasil. Ia sampai merasa malu karena harus “mengemis” demiย pembangunanย masjid, namun tak mendapatkan respon positif dari pengusaha yang disambanginya.

“Ada yang sedang menghitung uang banyak, tapi pas diminta infak, dia tidak mengasih sepeserpun, ” katanya

Sementara di desa, pemuda Karang Taruna juga menggalang donasi dari masyarakat dengan menyebar kotak koin. Hasil sumbangan masyarakat itu diharapkan bisa membantu prosesย pembangunanย masjid.ย Hingga berita soal tersendatnyaย pembangunanย masjidย itu viral.

Sholeh mengaku ada hikmah di balik ramainya pemberitaan itu.ย Sang donatur yang sempat terputus komunikasi kembali menghubungi panitia pembangunan. Ia meminta maaf belum bisa berdonasi lagi karena kondisi keuangan sedang sulit.

“Alhamdulillah sudah menghubungi lagi setelah ramai kemarin, ” katanya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Fatah Agus Pudiyono menepis kabar yang menyebut donatur memberikan harapan palsu (PHP) ke panitia atau masyarakat terkaitย pembangunanย masjidย  Al Fatah.

Yang terjadi sebenarnya, sang donatur sedang dilanda masalah keuangan saat ini. Pihaknya pun sudah menerima permintaan maaf dari pengusaha itu dan memaklumi kesulitan yang sedang dialaminya.ย  Bahkan, donatur itu menyatakan akan tetap bertanggung jawab atasย pembangunanย masjidย tersebut.

Ia mengatakan, sejak awal, donatur itu memang tidak pernah menyebut angka atau nominal bantuan yang akan diberikan untukย pembangunanย masjid. Ia hanya berjanji membantuย pembangunanย masjidย sampai selesai.

“Kalau dana lancar sebenarnya ini akan selesai 6-7 bulan, standar proyek. Dia siap bertanggung jawab untuk pembangunan ini, ” katanya.

Selama pembangunan belum selesai, kegiatan ibadah, baik salat berjamaah maupun pengajian di masjid itu terpaksa dialihkan ke rumah warga yang tak dihuni. (red)