Maling Motor Masuk ke Pondok Pesantren ditangkap Warga

47

 

Bangkalan – Aksi seorang pelaku pencuri sepeda motor berinisial IB akhirnya berhasil digagalkan setelah warga dan santri Pondok Pesantren Tanjung Bumi bergerak cepat untuk menangkapnya. Pelaku yang tidak berdaya tersebut akhirnya pasrah tanpa melakukan perlawanan saat berhasil ditangkap di dalam pekarangan Pondok Pesantren di Desa Aeng Taber, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

 

Pelaku mengalami luka-luka serius di sejumlah bagian tubuhnya akibat dihajar oleh sejumlah warga sekitar yang mengamuk setelah berhasil mengejar dan menangkapnya. Insiden ini bermula saat sejumlah santri memergoki aksi IB di halaman Pondok Pesantren Tanjung Bumi. Setelah mendapatkan teguran, IB melarikan diri dan langsung dikejar oleh para warga sekitar.

 

Berbekal semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, warga sekitar bersatu untuk mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya. Aksi amukan warga yang dipicu rasa emosi dan kemarahan akibat ulah pelaku, sempat berujung pada aksi kekerasan terhadap IB. Seorang warga bahkan mencoba menyiram bensin ke tubuh pelaku dengan niat menyulut api, namun upaya berbahaya tersebut berhasil dicegah oleh pihak Pondok Pesantren dan tokoh masyarakat di lokasi.

 

Petugas Kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan segera merespon laporan dari warga dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku dari amukan massa. Tindakan cepat petugas tersebut berhasil menghindarkan IB dari risiko lebih lanjut.

 

Dalam pengakuannya, IB mengakui bahwa aksi pencurian sepeda motor ini adalah kali ketiga yang dilakukannya di wilayah Bangkalan, dengan modus operandi yang berbeda setiap kali melakukan kejahatannya. Hasil aksi kejahatannya digunakan untuk kesenangan pribadi, sedangkan satu unit barang bukti kendaraan bermotor yang dicuri telah diamankan oleh pihak kepolisian.

 

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang dapat dikenai hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Proses hukum selanjutnya akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku untuk memberikan keadilan bagi para korban pencurian dan masyarakat Bangkalan.

 

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan aparat kepolisian dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib. Keberanian dan kepekaan warga serta kesigapan petugas kepolisian menjadi kunci utama dalam mengatasi tindak kejahatan di wilayah ini. Semoga kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah masing-masing.