
JEMBER – Kejadian yang memilukan ini bermula saat dua wanita yang sedang bercadar bersiap-siap untuk menaiki lift bersama teman mereka. Namun, apa yang seharusnya menjadi perjalanan biasa, berubah menjadi pengalaman yang sangat menakutkan dan meresahkan bagi kedua wanita tersebut.
Setelah masuk ke dalam lift, mereka tiba-tiba dihadang oleh sekelompok mahasiswa yang dengan semena-mena memperlakukan mereka. Perilaku tidak terpuji ini tidak hanya membuat geram, tetapi juga merasa sangat tidak nyaman, terutama ketika para pelaku terus menerus menertawakan kedua korban yang tidak berdaya.
Tak hanya itu, sekitar enam pria berdiri di depan pintu lift, seakan-akan menjadi saksi bisu atas peristiwa ini. Beberapa dari mereka bahkan terus tertawa, seolah-olah perundungan ini merupakan hal yang lucu. Namun, apa yang kemudian terjadi semakin membuat situasi menjadi semakin tidak terkendali.
Salah satu mahasiswa berusaha membawa tempat sampah besar ke dalam lift dengan niat yang belum jelas. Namun, tindakannya ini tampaknya dibatalkan, mungkin karena adanya desakan dari teman-temannya.
Perundungan ini terus berlanjut, dengan para mahasiswa menjaga pintu lift agar tidak tertutup sambil terus menerus menekan tombol agar pintu terus terbuka. Hanya satu dari pelaku yang berani memasuki lift, tetapi tindakannya juga dihentikan oleh teman-temannya yang lain.
Cintria, salah satu korban, akhirnya menyampaikan pernyataan lanjutan tentang peristiwa perundungan yang dialaminya. Dia memastikan bahwa pihak kampus sudah turun tangan untuk menangani masalah ini, dan identitas para pelaku telah diketahui.
UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi turut angkat bicara mengenai peristiwa ini dengan memberikan klarifikasi bahwa mereka telah mengidentifikasi para pelaku. Pihak kampus juga menyatakan penyesalan atas tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.
Tindakan perundungan adalah perilaku yang sangat tidak dapat diterima dan harus mendapatkan sanksi yang tegas. Semua pihak harus bekerja sama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dan memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat kampus. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga dan menunjukkan pentingnya toleransi, penghormatan, dan sikap empati dalam kehidupan sehari-hari.







