Banyuwangi – Jalan Leter S Wiroguno kembali memakan korban. Kali ini seorang pelajar asal Kecamatan Tegalsari meregang nyawa usai terlibat kecelakaan dengan sesama pengendara motor pada Minggu (20/2) dinihari.
Petugas Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi melakukan olah TKP setelah mendapat laporan terkait kecelakaan sesama pengendara motor di Jl. Leter S Wiroguno, masuk Dusun Balokan Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari. Di mana satu orang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya menderita luka-luka.
Korban meninggal merupakan seorang pelajar bernama Galih (17) asal Kecamatan Tegalsari, yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda GL warna hitam bernopol P 5906 QZ. Nyawanya tak terselamatkan saat perjalanan menuju RS usai menderita cidera otak berat diduga terjatuh ke aspal.
Sedangkan lawan korban yakni dua orang pemuda atas nama Febri Yulianto, serta Sofian Yudatama. Saat kejadian tengah berboncengan keduanya sama-sama berasal dari Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung,dan mengendarai sepeda motor yamaha Fiz R bernopol DK 4713 GQ.
Kecelakaan maut ini terjadi saat korban Galih melaju dari arah selatan ke utara hendak menyalip mobil di depannya. Namun disaat bersamaan melaju kendaraan Yamaha Fiz R dari arah berlawanan. Naas, lantaran jarak terlanjur dekat dan motor milik Galih melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya tabrakan tak dapat dihindari sehingga ketiga korban langsung terpental dan mengantam bibir aspal.
Saat proses olah TKP, ayah Galih beserta sejumlah kerabat sempat hadir dan menabur bunga serta memanjatkan doa di lokasi kejadian. Keluarga pun ikhlas dan menerima kepergian putra tercintanya.
Sementara itu untuk kepentingan pemeriksaan, kedua kendaraan sudah diamankan di Unit Lantas Polsek Genteng.
Kecelakaan maut kerap terjadi di Jalur Wiroguno. Tercatat sudah ada 3 korban melayang yang masuk di data kepolisian mulai Januari-Februari 2022. Selain faktor kekurang hati-hatian pengendara, Jalan Wiroguno kerap dijadikan ajang balap liar oleh segerombolan pemuda baik sore maupun malam hari.
Meski kerap dilakukan operasi serta pemasangan rambu larangan menggelar ajang balap liar di sejumlah titik oleh pihak kepolisian, namun hal itu tak digubris sedikitpun. Malah aksi tersebut semakin menjadi dan diduga banyak pemuda dari luar Tegalsari mendatangi jalur Wiroguno, untuk menyaksikan aksi balap liar berlangsung. (aw)







