spot_img
Selasa, April 21, 2026
Beranda OLAHRAGA Kilas Balik Karier Valentino Rossi

Kilas Balik Karier Valentino Rossi

193

Australia – Valentino Rossi pada Kamis (05/08/21) di Austria telah membulatkan tekad untuk menutup kariernya di MotoG selama 25 tahun terakhir setelah musim 2021 usai. Ia satu-satunya pebalap yang telah memenangi juara dunia di kelas 125cc, 250cc, 500cc, dan MotoGP.

Laman resmi MotoGP mencatat, karier sang pebalap Italia berawal pada 1996 saat ia berusia 17 tahun menempati posisi start ke-14 di Sepang, Malaysia. Mengendarai motor Aprilia RS125, Rossi memperoleh enam besar dan menarik perhatian para penonton.

Rentetan penampilannya impresif diikuti dengan podium perdana di GP Austria, hingga akhirnya kemenangan pertamanya di GP Ceko dua pekan berselang.

Tahun berikutnya Rossi sepenuhnya ย merebut gelar juara dunia kelas 125cc lewat 11 kemenangan dari 15 Grand Prix. Aprilia memutuskan untuk membawa Rossi naik kasta ke kelas 250cc dan masih berusia 19 tahun harus puas finis runner-up setelah kalah dari Loris Capirossi.
Pada 1999, Rossi membalaskan dendamnya, mengambil alih kejuaraan setelah kemenangan di GP Spanyol dan Italia, serta tujuh kemenangan lagi untuk merebut gelar dengan margin 48 poin dari pebalap Honda Tohru Ukawa.

Pada akhirnya, Rossi meloncat ke kelas premier di tahun berikutnya dan langsung menjadi perhatian dengan mengendarai Honda NSR500. Sebagai rookie, dirinya mencatatkan DNF di dua balapan pertamanya, namun tak perlu waktu lama bagi Rossi untuk naik podium di kelas paling bergengsi, dengan yang pertama raih di Jerez.

Setelah menang di Donington Park, Inggris, Rossi menjadi salah satu penantang gelar. Meskipun meraih kemenangan keduanya di Rio de Janeiro, namun gelar juara dunia jatuh ke tangan Kenny Roberts Jr.

Lima gelar beruntun Pebalap kelahiran Urbino, Italia, 42 tahun silam itu mendominasi MotoGP ketika membalap untuk Honda dan kemudian Yamaha, meraih lima titel secara beruntun dari 2001 hingga 2005.

Pada 2001 ia memboyong titel pertamanya di kelas 500cc, kemudian di tahun keduanya berlaga di kelas premier Rossi mengoleksi 11 kemenangan dari 16 balapan untuk mengalahkan rival terdekat Max Biaggi dengan margin 106 poin di saat era motor dua tak berakhir.

Saat debut Kejuaraan Dunia MotoGP, Rossi meneruskan dominasinya dan memenangi kejuaraan dengan jarak teramat jauh yaitu 140 poin dari rivalnya.

Rossi kembali ke puncak kejuaraan pada 2008 dan 2009 namun kemudian menelan pil pahit setelah dikalahkan rekan satu timnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, pada 2010, lalu pindah ke Ducati.
Setelah naik hanya tiga kali podium selama dua musim bersama tim pabrikan Italia, ia kembali ke Yamaha pada 2013 dan meraih kemenangan pertamanya sejak tiga tahun terakhir di Assen.

Menjadi runner-up kejuaraan pada 2014, dan di tahun berikutnya kembali dikalahkan oleh Lorenzo.

Pebalap bernomor 46 panen pole position, serta kemenangan dan finis podium pada 2016. dirinya kembali finis runner-up di akhir musim setelah kalah dari Marc Marquez untuk kedua kalinya.
Tahun 2017 menyaksikan kemenangan terakhir Rossi yaitu GP Belanda di Assen dan menunjukkan musim yang suit bagi The Doctor yang mengalami patah kaki sebelum GP San Marino.
Rossi menunjukkan semangat juangnya untuk kembali ke trek tiga pekan kemudian di Aragon, sebelum naik podium lagi setelah bertarung ketat dengan Marquez di Phillip Island.

Pada 2018 ia di Yamaha dan finis tiga besar di kejuaraan, dengan dua podium di raihnya danย  di tahun berikutnya tanpa kemenangan dalam dua musim. Terakhir kali Rossi berpesta dengan sampanye ketika ia finis peringkat tiga di Jerez pada awal musim 2020.

Tahun ini Rossi berseragam tim Petronas Yamaha SRT dan untuk pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir membela tim satelit serta tandem dengan anak didiknya di Akademi VR46 Franco Morbidelli.

Musim ini menjadi babak terakhir bagi kisah seorang Valentino Rossi sebagai seorang pebalap Grand Prix, namun tak perlu waktu lama bagi publik untuk melihat ia di paddock lagi saat tim miliknya, VR46 meramaikan kelas premier menggunakan mesin Ducati pada tahun depan.
“Ini keputusan yang sulit tapi saya rasa pada akhirnya di semua olahraga, hasil membuat perbedaan. Pada akhirnya ini jalan yang terbaik,” kata Rossi. (antara/aesw/ed:yg)