
INDRAMAYU – Kekeringan yang diakibatkan oleh fenomena El Nino telah menyebabkan krisis air bersih di Desa/Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Sudah dua bulan terakhir, warga di daerah ini menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari akan air bersih. Meskipun demikian, semangat gotong royong dan bantuan dari Polres Indramayu telah muncul sebagai harapan di tengah tantangan ini.
Hari ini, Polres Indramayu turut merespons kondisi ini dengan memberikan bantuan air bersih kepada warga di Krangkeng. Sejumlah tangki air telah diantar untuk membantu warga mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pasokan air bersih.
Salah seorang warga, Uripah (30), berbagi pengalaman mengenai kondisi saat ini. Ia menjelaskan bahwa dua sumber mata air utama di desa tersebut adalah air dari PDAM dan air sumur bor. Air dari PDAM, meskipun kualitasnya layak, mengalami keterbatasan pasokan. Air ini hanya mengalir pada malam hari dengan volume yang terbatas.
Sementara itu, air sumur bor mengalami kondisi yang lebih sulit, terutama selama musim kemarau seperti sekarang. Air tersebut menjadi keruh dan bahkan berasa asin. Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan, mereka memilih membeli air dengan harga sekitar 200-300 ribu rupiah untuk satu tangki mobil. Namun, ada juga yang berpartisipasi dalam patungan bersama untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Akibat dari situasi ini, warga harus berhemat dalam menggunakan air. Aktivitas mandi, misalnya, harus diatur dengan sangat bijak. Mayoritas warga hanya bisa mandi sekali dalam sehari, mengingat keterbatasan pasokan air yang ada.
Kendati menghadapi tantangan berat akibat kelangkaan air bersih, semangat kebersamaan masyarakat Krangkeng dan bantuan dari pihak Polres Indramayu memberikan harapan dalam mengatasi kesulitan ini. Dalam kondisi sulit, kita dapat melihat kekuatan solidaritas dan optimisme untuk bersama-sama mengatasi permasalahan dan mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak.







