
TULUNGAGUNG β Eksistensi kesenian wayang kulit di Kabupaten Tulungagung tidak perlu diragukan lagi.
Proses regenerisasi dalang selalu terjadi. Setiap tahun mereka juga menggelar Festival Dalang Pelajar, untuk menjaga keberlangsungan seni wayang kulit. Para dalang muda ini juga memiliki kelompok tersendiri bernama Komunitas Dalang Remaja Tulungagung (Kodrat). Hingga saat ini total terdapat 25 dalang remaja mulai tingkat SD hingga SMA yang tergabung dalam komunitas ini.
Meskipun masih berusia remaja, namun para dalang ini memiliki tantangan berat untuk melestarikan kesenian wayang kulit. Mereka menilai pertunjukkan kesenian wayang kulit saat ini sudah banyak mengalami perubahan. Masuknya seni tambahan, seperti campursari dan lawakan menjadikan pertunjukkan wayang kulit ini semakin ramai ditonton. Konsep pertunjukkan seperti ini membuat kesenian wayang kulit tetap dapat diterima oleh masyarakat luas.
Namun, konsep tersebut bukan tanpa masalah. Yang terjadi saat ini banyak penonton yang hanya menunggu penampilan campursari dan lawakan saja. Mereka menghiraukan lakon yang telah disiapkan oleh dalang. Bahkan sebelum pertunjukkan, banyak yang mencari tahu nama grup campursari atau lawakan yang akan dipentaskan dan tidak perlu mengenal nama dalangnya.







