
Kediri – Peternak ikan di Kabupaten Kediri raih untung saat masa pandemi Covid- 19. Pasalnya , pada masa pandemi permintaan ikan hias dari sejumlah daerah mengalami peningkatan yang cukup drastis.
Selain potensi pertanian, Kabupaten Kediri mempunyai potensi yang tak kalah menggiurkan , potensi tersebut di bidang perikanan. Desa Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri yang terletak di ujung selatan , mayoritas penduduknya bekerja sebagai peternak ikan hias.
Ikan hias yang warga budidayakan jenis Ikan Koky. Lantaran permintaan pasar yang sangat besar datang dari berbagai daerah di tanah air. Ikan Koky tidak mengalami dampak walaupun di pandemi. Karena mempunyai komunitas tersendiri sehingga bisa menunjang penjualan.
Salah satu peternak Ikan Koky mengaku, jika Ikan Koky untuk perawatannya sangat mudah. Tidak jauh berbeda dari ikan hias jenis lainnya. Selain itu , harga jual Ikan Koky sendiri tergantung dari corak warna yang timbul di sisiknya. Semakin banyak warna, harga jual juga semakin mahal.
Dari mayoritas peternak Ikan Koky di Desa Mojosari ini menghasilkan beberapa ikan. Jenis Koky Mutiara, Koky Panda, Koky Kalipo, Koky Rancu dan yang paling digenari Koky jenis Riyukin. Dari jenis tersebut harga jual mulai 10-30 ribu rupiah per ekor. Untuk jenis indukan minimal penjualan dengan harga 350 ribu rupiah per ekor.
Untuk usia Ikan Koky yang siap jual yakni kisaran berumur 3-4 bulan. Dari usia tersebut, ikan sudah menunjukkan warnanya. Warna Ikan Koky sendri juga terpengaruh dari pakan dan faktor cuaca.
Untuk penjualan Ikan Koky sendiri, Desa Mojosari memasok sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta Provinsi Bali yang paling banyak peminatnya. (me)







