
Kediri – Pemerintah kabupaten kediri menggelar diskusi bersama dengan paguyuban pedagang kaki lima di kawasan Simpang Lima Gumul. Diskusi ini digelar bertujuan untuk mengetahui keluhan masyarakat atas penutupan kawasan SLG dari aktifitas masyarakat di masa pandemi ini.
Menanggapi adanya keluhan dari pedagang kaki lima di kawasan Simpang Lima Gumul agar wilayah SLG kembali dibuka untuk masyarakat. Pemerintah kabupaten kediri menggelar diskusi bersama dengan paguyuban PKL pasar tugu dan CFD.
Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh asisten administrasi, Mamiek Amiyati, Kepala dinas pariwisata dan kebudayaan, Adi Suwignyo dan kepala satpol PP tersebut. Para pedagang menuturkan tentang nasib mereka yang belum diperbolehkan berjualan. Sejak pemkab kediri pada bulan maret 2020 menutup kawasan SLG akibat adanya pandemi hingga saat ini. Dan atas penutupan kawasan SLG ini pedagang merasa kesulitan mencari nafkah.
Mamiek Amiyati, Asisten administrasi umum pemerintah kabupaten kediri mengatakan atas adanya keluhan dari pedagang tersebut pihaknya bersama dengan instansi terkait akan melakukan kajian untuk kembali membuka SLG. Dengan pertimbangan, SLG memiliki akses banyak pintu dan banyak orang yang berdagang. Sedangkan orang-orang yang masuk sulit dideteksi apakah sudah vaksin atau belum karena tidak bisa dilakukan pengecekan. Sehingga Pemerintah kabupaten kediri harus melakukan penataan terlebih dahulu.
Mamik menambahkan, pedagang di simpang lima gumul mencapai 500 pedagang. Sehingga perlu penataan yang matang agar tidak terjadi kerumunan.
Untuk diketahui, sebelum adanya diskusi ini. Tersiar kabar bahwa pada kamis 14 oktober akan ada demo dari para pedagang SLG yang meminta agar SLG dibuka kembali. Dan diijinkan untuk berjualan kembali. Setelah hari ini perwakilan PKL pasar tugu dan CFD dikumpulkan, ternyata mereka tidak ada rencana untuk menggelar aksi demo. (me)







