Kediri – Pergerakan Umat Islam (PUI) Kediri Raya gelar sarasehan kebangsaan dan nonton bareng film pengkhianatan G30S/PKI. Dalam kegiatan nobar PUI mengingatkan bahaya laten bangkitnya faham komunis.
Bertempat pada salah satu rumah warga di Kelurahan Pesantren Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Pergerakan Umat Islam (PUI) Kediri Raya menggelar acara sarasehan dan nonton bareng film pengkhianatan G30S/PKI. Sabtu malam.
Kegiatan sarasehan dan nobar film G30S/PKI, hadir anggota PUI Kediri Raya dan para petingginya. Selain pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI, juga melakukan pemutaran video tausyiah dari almarhum Gus Maksum terhadap bahaya bangkitnya paham komunis.
Dalam kegiatan tersebut, juga menghadirkan dua narasumber yakni Gus Aminuddin Faisol dan Abah Abud. Yang menjadi saksi hidup peristiwa kekejaman PKI pada saat itu.
Rahmat mahmudi ketua presidium pui Kediri Raya menjelaskan, kegiatan sarasehan kebangsaan dan nonton bareng film pengkhianatan G30S PKI, di lakukan dengan tujuan untuk mengingat kembali peristiwa kebiadaban PKI, yang terjadi pada tahun 1965.
Sekaligus memberikan wawasan kepada kita bersama, bahwa bahaya laten PKI itu bukan main-main.
Dirinya menyakini, bahwa meskipun sudah dibubarkan ideologinya PKI tetep ada. Meskipun dalam bentuk yang berbeda tidak lagi dalam format pki seperti yang dulu. Selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada siapapun terutama generasi muda, jangan sampai melupakan kekejaman serta kebiadaban PKI, dengan cara mengingat kembali menonton film pengkhianatan G30S/PKI. (me)







