Kediri – Belasan mahasiswa aliansi peduli korban pelecehan seksual, menggelar aksi ujuk rasa di depan kantor rektorat IAIN Kediri. Aksi mahasiswa tersebut menuntut pihak kampus untuk mencopot jabatan dosen. Selain itu, pendemo juga melakukan aksi dengan membakar ban bekas.
Aksi aliansi mahasiswa peduli korban pelecehan seksual berakibat saling dorong antara petugas keamanan kampus IAIN Kediri. Kejadian terjadi saat mahasiswa memaksa masuk ke kantor kampus rektor IAIN Kediri.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai poster yang bertuliskan lawan seksual kekerasan, bersihkan segala bentuk kekerasan seksual didalam kampus.Tak hanya itu, aliansi mahasiswa peduli korban kekerasan juga melakukan aksi bakar ban bekas. Bahkan mahasiswa nyaris baku-hantam dengan petugas keamanan dan terjadi adu mulut. Selain itu petugas jaga juga mencaci maki mahasiswa yang hendak masuk ke dalam gedung rektorat.
Akhirnya, perwakilan mahasiswa bisa masuk kedalam gedung rektorat untuk menyampaikan asapirasinya. Mereka menutut oknum dosen yang terduga telah berbuat tidak senonoh untuk dipecat dari jabatannya.
Sebelumnya, pihak kampus IAIN Kediri telah memberikan 3 sanksi kepada oknum dosen tersebut. Pemberian sanksi terhadap oknum dosen tersebut berupa penurunan jabatan sebagai kaprodi, tidak naik jabatan selama kurun waktu 3 tahun, dan tidak memperbolehkan untuk membimbing skripsi selama dua semester. (me)







