
Sleman โ Kabupaten Sleman, mendapat desakan oleh beberapa pihak, khususnya dari Kabupaten Bantul, yang meminta Kabupaten Sleman, segera membangun TPST sendiri. Hal tersebut, mengingat padatnya populasi di Kabupaten Sleman, jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten dan kota lainya, di Yogyakarta .
Penumpukan sampah di Sleman pun semakin tinggi, pasca libur Lebaran 2022, yakni naik sebesar 32 koma 47 persen, atau sebesar 936 koma 27 ton, per harinya. penutupan TPST Piyungan ini juga, membuat Kabupaten Sleman, tidak dapat membuang residu sampah ke TPST tersebut,ย sehingga menimbulkan penumpukan sampah di warga .
Bupati Sleman, telah mengeluarkan surat edaran, untuk masyarakatnya terkait sosialisasi, dan peran pemilahan sampah di rumah. selain itu, Pemkab Sleman, juga berencana akan membangun TPST di 3 lokasi, di wilayah Sleman .
Pada perencanaanya, Kabupaten Sleman, akan membuat TPST sendiri, dan sudah menyiapkan 3 hingga 4 lokasi. Nantinya juga akan mendatangkan alat dari Jerman, yang memakan anggaran APBD hingga milyaran rupiah.
Pembangunan TPST di Kabupaten Sleman ini, akan ditempatkan di Sleman Barat, Tengah, dan Timur. Sedang lokasinya, masih dalam proses perizinan, dan memberikan sosialisasi kepada warga setempat.
Disamping itu, Pemkab Sleman meminta kepada masyarakat, untuk memilah sampahnya sendiri terlebih dahulu, yakni memilah sampah organik, dan anorganik. Sehingga dari pemilahan sampah-sampah tersebut, dapat kembali dijual, atau menjadi produksiย yang bernilai.(red)







