spot_img
Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda BERITA UTAMA JKSN Dorong Presiden Prabowo Pastikan Gelar Pahlawan Nasional Kepada 2 Ulama Asal...

JKSN Dorong Presiden Prabowo Pastikan Gelar Pahlawan Nasional Kepada 2 Ulama Asal Cirebon dan Jombang

1025

Surabaya – Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini kepada dua ulama besar yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kedua tokoh tersebut ialah KH Abbas Abdul Jamil atau yang dikenal sebagai Kiai Abbas Buntet asal Cirebon, Jawa Barat, dan KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud dari Jombang, Jawa Timur.

Ketua JKSN KH Asep Saifudin Chalim menyebut, berdasarkan hasil kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP), dari 40 nama calon pahlawan nasional yang diusulkan, dua diantaranya yakni Kiai Abbas Buntet dan Pak Ud memperoleh dukungan lebih dari 70 sumber primer.

“Jumlah sumber primer untuk Kiai Haji Muhammad Yusuf Hasyim itu ada 76 ditambah dengan banyak lagi sumber-sumber sekunder, dan untuk Kiai Abbas Abdul Jamil ada 74 ditambah lagi dengan sumber-sumber sekunder” ujarnya Senin (27/10/2025).

Oleh karenanya Kiai Asep menuturkan, kedua nama tersebut merupakan figur yang paling kredibel dan memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.

Terlebih, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Dirinya menerangkan, KH. Yusuf Hasyim yang merupakan putra bungsu pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asyโ€™ari, dikenal sebagai tokoh kemerdekaan asal Jombang yang pernah membebaskan beberapa tokoh penting dari cengkraman PKI.

Sedangkan, Kiai Abbas Buntet merupakan tokoh ulama yang menentukan hari, tanggal, dan waktu serangan 10 November saat pertempuran di Surabaya.

Sehingga, jika kedua ulama tersebut tidak masuk dalam daftar penerima gelar pahlawan nasional tahun ini, maka kredibilitas Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan perlu dipertanyakan.

“Seandainya sampai tidak menyampaikan ini ke presiden, maka kredibilitas mereka dipertanyakan,” pungkasnya. (Red/Aji)