spot_img
Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda Jawa Timur HMI Berharap Tak Ada Kasus Pelecehan Seperti IAIN di Kampus Lain

HMI Berharap Tak Ada Kasus Pelecehan Seperti IAIN di Kampus Lain

318

Kediri – Dugaan kasus pelecehan yang ada di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menjadi catatan merah bagi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kediri. Kejadian tersebut mereka nilai sebagai tindakan amoral karena kampus merupakan tempat untuk menuntun mahasiswa meraih masa depan yang cerah.

“Lembaga pendidikan semestinya menjadi tempat yang nyaman bagi mahasiswa untuk belajar,” ungkap Amirul Mukminin, fungsionaris HMI Kediri. Menurutnya, kejadian tersebut tidak patut seorang dosen lakukan. Sebagai dosen  harusnya bisa memberikan ilmu, justru kini berubah menjadi sosok yang membuat trauma.

Amir menilai kejadian di IAIN Kediri harus menjadi pelajaran bagi semua kampus di Kediri. Sehingga, tidak ada lagi kejadian serupa di kampus lain.

Seperti kabar dalam sejumlah media dan viral di media sosial, kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di Institut Agama Islam Negeri, IAIN Kediri, Jawa Timur.

Seorang dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Jawa Timur, dilaporkan oleh seorang mahasiswi ke Rektorat. Dosen tersebut tereduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Modusnya dengan meminta korban datang ke rumahnya bimbingan skripsi. Dugaan pelecehan seksual itu dibenarkan oleh pihak rektorat.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri, Sardjuningsih, mengaku kasus ini terungkap atas adanya laporan korban. Yang tak lain adalah mahasiswa IAIN.

Anehnya, dosen terduga pelaku meminta mahasiswi datang seorang diri dan tak boleh mengajak teman atau mahasiswa lain. Terduga di sanalah pelaku melancarkan aksinya.

Berdasarkan kesaksian korban, modus yang pelaku pakai yaitu mengajak ke rumah dengan maksud membimbing penulisan skripsi. Korban juga tidak boleh mengajak teman.

Dari pemanggilan tersebut, si dosen yang juga ketua salah satu program studi (kaprodi) di IAIN Kediri mengakui perbuatan yang pelapor tuduhkan. Ia lantas kampus copot dari posisinya.

Sementara ini, seorang mahasiswi yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual tersebut tengah dalam perlindungan Pusat Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri. (me)