spot_img
Jumat, Mei 1, 2026
Beranda Banyuwangi Harga Telor Mengalami Peningkatan Menjelang Maulid Nabi

Harga Telor Mengalami Peningkatan Menjelang Maulid Nabi

268

BANYUWANGI, – Hari Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada hari Kamis telah membawa berkah tersendiri bagi penjual telur ayam ras di Banyuwangi. Meskipun tidak seheboh tahun-tahun sebelumnya, penjualan telur ayam ras mengalami peningkatan yang signifikan pada hari Senin.

Peningkatan penjualan telur ayam ras dirasakan mulai dari tingkat pengecer hingga tingkat tengkulak. Namun, peningkatan tersebut diimbangi dengan kenaikan harga telur, meskipun tidak begitu signifikan. Harga telur ayam ras di tingkat pengumpul per 15 kilogramnya saat ini dijual seharga 25 ribu rupiah per kilogram. Sementara itu, di tingkat pengecer atau warung-warung, harga sudah mencapai kisaran 26 ribu hingga 27 ribu rupiah per kilogram.

Salah satu pedagang grosir telur ayam ras yang berlokasi di depan Pasar Genteng mengungkapkan, “Harga telur ayam ras bisa berubah setiap harinya. Namun, pada Senin pagi, harga mencapai 25 ribu rupiah per kilogram. Jika membeli per krat atau setara 15 kilogram, harganya hanya 24 ribu 600 rupiah per kilogram.”

Namun, ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan penjualan telur ayam ras pada Hari Maulid tahun ini. Lesunya penjualan ini diduga disebabkan oleh banyaknya telur ayam ras yang masuk dari luar daerah, seperti Blitar dan Kediri. Meskipun kualitas telur tersebut sama, telur dari luar daerah ini tidak memiliki identitas usia yang jelas. Sementara itu, telur yang dihasilkan oleh peternak lokal di Banyuwangi dikenal memiliki kualitas istimewa.

Menurut Jamhari, seorang pedagang telur, “Penjualan yang kami rasakan pada Maulid tahun ini sangat lesu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Lesunya penjualan ini diduga karena banyaknya telur ayam ras dari luar daerah yang masuk ke Banyuwangi. Meskipun kualitasnya sama, telur dari luar daerah tidak memiliki identitas usia yang jelas.”

Selain itu, penurunan penjualan juga dapat dikaitkan dengan peristiwa beberapa bulan lalu, di mana bibit ayam petelur dijual dengan harga obral. Hal ini menyebabkan peternak di Banyuwangi menghasilkan telur dalam jumlah yang berlebihan, mengakibatkan over kapasitas pasokan.

Meskipun penjualan telur ayam ras mengalami penurunan pada Maulid tahun ini, para pedagang dan peternak di Banyuwangi tetap optimis untuk menghadapi tantangan ini. Mereka berharap penjualan akan segera pulih, dan kualitas telur dari peternak lokal tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Dengan semangat yang tinggi, mereka siap menjalani perjalanan yang penuh harap menuju masa depan yang lebih baik.