Kediri – Dugaan kasus penahanan jenazah pasien oleh salah satu pihak rumah sakit berbuntut panjang. Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan Kediri (APKK) menggelar aksi damai di gedung DPRD Kota Kediri. Mereka menuntut agar direktur RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri mundur.
Dalam aksi damai tersebut massa membawa berbagai poster tuntutan, seperti kalimat yang berisi tulisan “ganti direktur RSM”, “rumah sakit tidak manusiawi”, dan “manusiakan manusia secara manusiawi”.
Dalam orasinya, massa mendesak agar direktur RSM mundur karena sudah dianggap melakukan kebohongan publik. Selain itu, dalam aksi damai tersbut juga diwarnai dengan tindakan membakar ban bekas.
“Kita ingin dipertemukan dengan pihak rumah sakit dan pihak keluarga karena informasi yang beredar simpang-siur” ucap koordinator aksi Tomi Ari Wibowo.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk simpati terhadap kasus dugaan penahanan jenazah pasien oleh pihak RSM Ahmad Dahlan karena tidak mampu membayar.
Usai berorasi, massa kemudian membubarkan diri. Namun massa juga mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi apabila pihak DPRD Kota Kediri tidak peduli dan akan melakukan aksi demo di RSM Ahmad Dahlan. (Me)







