Kediri – Menghindari kelangkaan oksigen medis, Forkopimda Kota Kediri , Jawa Timur, melakukan sidak ke stasiun pengisian oksigen. Tempat ini juga sempat menerima kunjungan sidak kepala daerah beberapa waktu lalu. Dalam sidak dapat diketahui, pihak pengisian tabung oksigen kewalahan memenuhi permintaan kebutuhan oksigen. Hal ini seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Kediri.
Adanya keterlambatan pengiriman, membuat oksigen medis “langka” akibat permintaan kebutuhan yang meningkat dari adanya kasus Covid-19. Walikota, Polres Kediri Kota, dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, serta Pengadilan Negeri , melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sesuai target, sidak ini mengarah ke tempat pengisian ulang oksigen medis, di PT Samator. Berada di Jalan Suharmaji, Kecamatan Kota Kediri.
Dalam sidak tersebut ,Forkopimda Kota Kediri langsung meninjau proses pengisian ulang tabung-tabung oksigen. Hal ini untuk mengantisipasi kelangkaan tabung oksigen di rumah-rumah sakit rujukan.sebelumnya sidak di tempat yang sama telah terlaksana oleh kepala daerah guna mengecek pasokan oksigen medis itu.
Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengatakan, dalam sidak ini memang petugas ketahui, ada keterlambatan pengiriman dari pihak PT Samator ke rumah sakit. Pasalnya dengan meningkatnya kasus Covid-19, permintaan oksigen medis juga mengalami peningkatan yang signifikan. Seperti RSUD Gambiran yang mempunyai 5000 tabung oksigen. Saat ini baru 1000 yang terisi, lainnya kosong.
Sementara kepala cabang PT Samator Kediri, Bambang, mengakui, pihaknya memang kewalahan melayani permintaan tabung oksigen dari rumah sakit. Pihaknya juga berusaha mencari ke cabang-cabang yang lain. Bahkan, pihaknya saat ini tidak melayani permintaan tabung dari industri.
Rencananya, sidak oksigen medis akan terus petugas gelar. Untuk memastikan pasokan ke rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid aman. (me)







