spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda Kediri FKDT Kota Kediri Terus Suarakan Penolakan Lima Hari Sekolah Karena Miris Nasib...

FKDT Kota Kediri Terus Suarakan Penolakan Lima Hari Sekolah Karena Miris Nasib Akhlaq Anak Kota Kota Kediri

517

Kediri – Pro kontra pemberlakukan Lima Hari Sekolah di Lingkup Pendidikan Kota Kediri terus mendapat sejumlah sorotan, terutama getol diungkapkan DPC FKDT Kota Kediri.

Dalam kegiatan yang dilakukan pada Jum’at (6/10/2023) bertempat di Padepokan Pesantren Gus Miek yang berlokasi di Jl KH Hasyim As’ari Banjarmlati Kota Kediri, DPC FKDT Kota Kediri Bersama DPC Partai Demokrat Kota Kediri telah melaksanakan kegiatan dengar Pendapat yang dihadiri puluhan Lembaga madin di Kota Kediri dengan pembahasan Dampak Penerapan 5 hari sekolah oleh Pemkot Kediri sejak pertengahan bulan September 2023.

Hadir langsung dalam acara tersebut Ketua DPC Partai Demokrat Ashari dan Juga Mistiani yang beliau berdua adalah Anggota DPRD Kota Kediri.

Dalam acara tersebut juga dihadirkan wakil dari Dinas Pendidikan Kota Kediri Ibnu Qoyyim Kabid Pendidikan Dasar.

DPC FKDT melalui Sekretaris Fakhrur Rozi, menyampaikan Amanah dari Ketua DPC FKDT Kota Kediri Beliau KH Melvien Zainul Asyikin, M.Pd.I yang disapa karab Gus IING Pengasuh PP Al Mahrusiyyah Lirboyo Kota Kediri, beliau beramanat agar pengurus meminta dukungan seluas-luasnya pada Masyarakat Kota Kediri dan Wakil Rakyat dari Partai manapun pada SIKAP Resmi FKDT yaitu PENOLAKAN terhadap Penererapan 5 hari sekolah oleh Pemkot dengan target di hapusnya kebijakan ini.

Seperti diketahui bahwa DPC FKDT Kota Kediri telah Melayangkan Surat Resmi Penolakan Kebijakan tersebut pada tanggal 25 September kepada Walikota Kediri.

Dalam Paparannya Bapak Ashari yang Juga Anggota DPRD Fraksi Demokrat di Komisi C menyampaikan bahwa beliau SIAP mengawal Aspirasi Masyarakat dalam hal ini Lembaga madin yang menginginkan kebijakan 5 hari sekolah di cabut. Beliau akan menyampaikan pada rapat Anggaran maupun pada rapat hearing yang sudah dilayangkan Surat permohonannya oleh DPC FKDT Kota Kediri Kepada DPRD Kota Kediri.

Dalam acara tersebut yang Perwakilan dari Lembaga Madin diberi kesampatan untuk menyampaikan keluh kesah nya langsung dihadapan para Wakil rakyat.

Afifah salah satu Ustadzah dari madin Attaqwa Jegles Blabak Kota kediri menyampaikan keprihatinannya yang medalam terhadap NASIB Akhlaq Anak Kota kediri kedepamn apabila kebijakan ini diteruskan. Beliau menyampaikan biasanya yang hadir ngaji di lembaganya per kelas 20 siswa, dengan adanya kebjakan 5 hari sekolah perkelas tinggal 3 siswa.

Beliau sudah berkeliling ke wali siswa mereka menhyatakan anaknya kecapekan sehingga tidak berangkat mengajai. Yang paling miris, di hari Sabtu Ketika siswa ini libur, mereka malah Marak main Gadget/HP yang sangat berdampak negative bahkan ada siswa yang buka situs2 Pornogafi.

Dalam penyampaiannya, Perwakilan dari Dinas Pendidikan yang sempat hadir dalam giat tersebut akan menampung masukkan dan menyampaikan keluhan-keluhan itu nantinya kepada Pimpinan.(ef)