Kediri, 8 Agustus 2023 – Gabungan empat lembaga swadaya masyarakat di Kediri menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap kemajuan mutu pendidikan di wilayah tersebut dengan menggelar aksi demo di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi yang berada di Bundaran Sekartaji, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Aksi yang berlangsung dengan damai ini menyuarakan tuntutan untuk mereformasi total regulasi pendidikan terkait penerimaan siswa baru, serta membawa isu adanya dugaan pungutan yang memberatkan para wali murid.
Dalam aksinya, para demonstran menampilkan simbol matinya nurani pendidikan dengan membawa keranda mayat. Hal ini menggambarkan bahwa isu pendidikan adalah isu kritis yang mempengaruhi masa depan generasi penerus bangsa. Menghadirkan suasana berdampingan, aksi ini diawali dengan semangat yang penuh optimisme dan antusiasme, menegaskan tekad mereka untuk membawa perubahan positif bagi pendidikan di daerah ini.
“Andik H. sebagai Korlap aksi dan Suko Priyadi, Ketua LSM Berantass, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk mendorong pihak berwenang, khususnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Kediri, untuk lebih tegas dalam menindak praktek bisnis atribut sekolah dan pungutan yang dilakukan oleh beberapa kepala sekolah di hampir semua SMA/SMK negeri,” ungkap Andik H. dengan penuh semangat.
Warga masyarakat Kediri menuntut keadilan dan transparansi dalam sistem penerimaan siswa baru. Mereka berharap regulasi yang ada benar-benar bersih dari praktek-praktek yang merugikan dan memudahkan manipulasi, sehingga siswa-siswa berkualitas dapat terakomodasi dengan layak.
“Kami memahami pentingnya penerimaan siswa berdasarkan prestasi dan potensi, bukan atas dasar pungutan atau koneksi. Itulah sebabnya kami mengajukan tuntutan ini, demi terwujudnya pendidikan nasional yang berkualitas dan berkeadilan merata,” tegas Suko Priyadi.
Lebih lanjut, para demonstran juga berharap agar pihak kejaksaan daerah, Kejati Kediri, segera merespons tuntutan mereka dengan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan tindakan bisnis atribut di lingkungan sekolah dan pungutan-pungutan yang dirasakan memberatkan wali murid. Upaya ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan menghilangkan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan semangat pendidikan yang ideal.
Aksi demo ini menjadi bentuk kesatuan dan kepedulian dari warga masyarakat Kediri dalam menciptakan perubahan nyata bagi pendidikan di daerah mereka. Semangat optimisme dan keyakinan untuk mencapai tujuan yang lebih baik menjadi kunci kesuksesan aksi ini. Melalui partisipasi aktif dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan, diharapkan pendidikan di Kediri dapat terus berkembang menuju masa depan yang lebih cerah dan berkeadilan.







