DKPP Kota Kediri Serukan Penggunaan Agensi Hayati Untuk Kendalikan OPT

118

Kediri – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri serukan penggunaan agensi hayati untuk mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman (OPT). Seruan tersebut tersampaikan oleh Kepala DKPP Kota Kediri, Mohammad Ridwan.

Ridwan mengatakan, penggunaan pestisida anorganik secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan. “Pestisida anorganik memang cepat dalam mengurangi populasi hama. Akan tetapi kit juga perlu mempertimbangkan dampak yang timbul. Jadi, lebih bijak jika kita mulai beralih ke agensi hayati untuk mengendalikan OPT,” ungkapnya, Kamis, (16/9).

Di samping itu, menurut Ridwan, penggunaan agensi hayati dalam jangka panjang lebih aman dan tidak berisiko. “Sebab, sebenarnya agensi hayati ini adalah organisme berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, serangga, dan hewan lainnya yang berasal dari alam.  Penggunaannya akan jauh lebih aman,” imbuhnya.

“Memang untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan memerlukan waktu. Akan tetapi, banyak studi yang telah membuktikan bahwa agensi hayati ini efektif dan efisien. Khususnya dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman,” tandasnya.

Menurutnya, pemakaian pestisida sintetik dalam mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) yang kurang bijaksana dalam jangka waktu lama akan banyak menimbulkan masalah dalam bidang petanian. “Sadar atau tidak, penggunaan pestisida sintetik secara terus menerus akan berdampak buruk pada lingkungan, pertanaman, dan hasil pertanian itu sendiri,” ujar Ridwan.

Ridwan berharap, dengan semakin meningkatnya minat petani dalam menggunakan Agensi Hayati untuk megendalikan hama dan penyakit tanaman, dapat ikut menekan dampak negatif dari penggunaan bahan kimia sintetik.

“Dengan demikian dapat tercipta sistim budidaya pertanian yang sehat dan lebih ramah lingkungan serta terjaganya ekosistem pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya.