
Makassar, 28 Juli 2023 – Menteri Perdagangan (Mendag) dengan penuh semangat menyampaikan bahwa masa depan cerah bagi para arsitek Indonesia telah tiba. Dalam sebuah kongres yang berlangsung hari ini, beliau menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan perjanjian-perjanjian perdagangan yang telah dijalin oleh Indonesia dengan berbagai pihak, baik di kawasan ASEAN maupun di luar ASEAN. Tujuan utamanya adalah membuka akses pasar sektor jasa arsitektur yang menjanjikan, mencakup wilayah ASEAN dan negara mitra.
Salah satu langkah penting yang dapat ditempuh adalah memanfaatkan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS), ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA), dan Protokol Terbaru ASEAN Agreement on Movement of Natural Persons (AAMNP). Melalui perjanjian-perjanjian tersebut, arsitek Indonesia berpotensi untuk menembus pasar sektor jasa arsitektur yang lebih luas dan berdaya saing. Hal ini membawa peluang emas bagi perkembangan profesi arsitek, terutama di tanah air.
Tidak hanya itu, perjanjian ASEAN dengan negara mitra seperti ASEAN-Australia-New Zealand FTA (AANZFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga menjadi pintu terbuka bagi para arsitek. Peluang emas tersebut membuka akses perdagangan jasa, baik untuk perorangan maupun penyediaan jasa kontrak arsitektur antarperusahaan. Dengan semangat kerjasama yang kuat, arsitek di ASEAN berpeluang untuk bersinergi satu sama lain dalam menghadapi segala tantangan yang ada, serta memperoleh manfaat yang besar untuk perkembangan profesi arsitek, terutama di Indonesia.
Mendag berharap kongres hari ini akan menjadi momentum penting bagi arsitek di ASEAN untuk merapatkan barisan dan bersatu dalam menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Dengan semangat yang optimis dan kerjasama yang erat, para arsitek dapat mencapai prestasi luar biasa dalam mengembangkan profesi mereka. Kongres yang dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono; Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto; serta Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia, Georgius Budi Yulianto, merupakan bukti nyata bahwa pemerintah dan para pemangku kepentingan mendukung sepenuhnya perkembangan arsitek di Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kerjasama yang sinergis dari seluruh komunitas arsitek di ASEAN, masa depan cerah bagi profesi arsitek Indonesia tidaklah sekadar impian, melainkan suatu kenyataan yang dapat diwujudkan. Semangat dan dedikasi dalam menerapkan pengetahuan, kreativitas, dan inovasi akan membawa para arsitek Indonesia meraih kesuksesan yang gemilang di panggung internasional.
Tinggal selangkah lagi menuju masa depan terang bagi arsitek Indonesia, mari kita satukan tekad dan semangat untuk mewujudkannya bersama-sama!







