spot_img
Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda Jawa Timur Cegah Kerusakan Jalan, Dinas PUPR Kota Kediri Aplikasikan Metode Sluury Seal

Cegah Kerusakan Jalan, Dinas PUPR Kota Kediri Aplikasikan Metode Sluury Seal

245

Kediri – Penanganan infrastruktur jalan selalu dilakukan sepanjang tahun, baik pembangunan jalan baru  hingga pemeliharaan jalan yang sudah terbangun dari kerusakan.

Dinas PUPR Kota Kediri menanggulangi terhadap tantangan preservasi atau pemeliharaan jalan perkotaan yang syarat dengan konstruksi ramah lingkungan, efektif dan efisien yaitu Slurryseal.

Endang Kartika Sari , Kepala  Dinas PUPR Kota Kediri mengungkapkan, bahwa seluruh satuan binamarga telah dihimbau untuk melakukan pendekatan pencegahan (preventif) kerusakan jalan dibandingkan melakukan pemeliharaan berkala. Menurutnya ada beberapa metode preventif kerusakan jalan,  salah satunya adalah penggunaan slurry seal.

“Ini merupakan campuran ramah lingkungan serta aman terhadap kebakaran dikarenakan emulsi berbasis air sehingga tidak memiliki titik nyala dan tidak mudah terbakar. Karena berbasis air, aspal emulsi tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi pekerja. Slurry Seal lebih efektif untuk pemecahan masalah utama, pengaruh oksidasi berlebihan pada permukaan perkerasan eksisting,”tandas Kepala Dinas PUPR yang terkenal tegas dan cekatan ini.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, Penggunaan Slurryseal ke permukaan perkerasan bersifat seal coating yaitu untuk menghambat pelepasan butir menutup retak halus dan meningkatkan gesekan permukaan. Namun penggunaan Slurry Seal tidak akan efektif apabila untuk menangani perkerasan retakan luas atau rusak berat.

Keunggulan Slurryseal :
1. Teknologi ramah lingkungan
2. Berguna untuk pemeliharaan preventif
3. Penghematan penggunaan bahan bakar
4. Pengurangan emisi gas buang

Slurryseal merupakan teknologi yang telah diterapkan oleh Dinas PUPR Kota Kediri sebagai pengganti teknologi pemeliharaan jalan yang semula menggunakan burtu atau burda yang memiliki kekurangan yaitu :
Masih menggunakan aspal pen 60/70 (aspal drum Pertamina) yang membutuhan pemanasan terlebih dahulu untuk mencairkan aspalnya sehingga menimbulkan polusi udara pada saat proses pemanasan.
Material pengisi menggunakan abu batu dan pasir yang menimbulkan polusi (berdebu) dan jalan menjadi licin setelah pengerjaan sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Jadi slurry seal ini adalah salah satu langkah kita untuk menjaga kondisi jalan baik dan sedang kita buat agar bisa bertahan lebih lama sehingga kita bisa melakukan efesiensi di tempat  itu. Jadi slurry seal ini merupakan kegiatan mempertahankan kondisi jalan,” ungkapnya.(ef)