Banyuwangi – Hama tikus merupakan momok bagi para petani karena dapat merusak tanaman jenis padi dan membuat petani gagal panen.
Awalnya sawah-sawah di Desa Kembiritan banyak tikus yang membuat petani merugi. Kemudian petani mendatangkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang membuat rumah-rumahan burung hantu dan di isi burung hantu berjenis koko belok.
Mahrus, salah satu petani mengatakan, pemasangan burung hantu sudah berlangsung sekitar 2 tahunย dan adanya burung hantu tersebut petani lebih terbantu mengusir dan membasmi hama tikus tersebut.
Ia menambahakan, dalam luas area 15 hektar terdapat 5 tempat burung hantu masih dirasa kurang. Pihaknya berharap akan ada penambahan lagi burung hantu sehingga sawah-sawah Desa Kembiritan lebih aman dari hama.
Sementara itu, tidak ada perawatan khusus karena bisa mencari makan sendiri seperti hama tikus, kodok, dan ular di sekitar sawah.
Akan tetapi, burung hantu sering menjadi sasaran buruan oknum masyarakat untuk menjadi hewan peliharaan sehingga kadang-kadang langsung hilang. (aw)







