Connect with us

Jawa Timur

BIN Gelar Vaksinasi Massal Door To Door Dosis Kedua, Peserta Phobia Jarum Dan Menjerit

Diterbitkan

pada

Kediri – Badan intelijen negara (BIN) Jawa Timur menggelar vaksinasi dosis kedua secara door to door, kepada warga Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Selain itu, vaksinasi dosis kedua juga terlaksana di Ponpes Al Ihsan Jampes Kediri. Salah-satu peserta vaksin yang phobia menjerit saat suntik vaksin.

Salah satu peserta vaksinasi, Novi Diah Setyorini warga Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, yang langsung menjerit saat petugas menyuntikkan jarum vaksin kepada tubuhnya. Meski dara berumur 20 tahun ini sudah dihibur dan ditenangkan, ia tetap menjerit saat suntik vaksinasi. Hal tersebut karena ia phobia terhadap jarum.

Selain Novi, ayahnya yang bernama Jumani 56 tahun yang juga ikut dalam serbuan vaksinasi dosis kedua yang terlaksana oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Jawa Timur di Kabupaten Kediri.

Dalam serbuan vaksinasi massal dosis kedua ini, badan intigen negara daerah Jawa Tinur, menyediakan sebanyak 7500 dosis vaksin jenis sinovac. Dengan serbuan vaksinasi massal tersebut, BIN berharap mampu meningkatkan kekebalan komunal. Sehingga, mampu mencegah penyebaran virus Covid 19.

7500 dosis vaksin kedua yang tersedia oleh BIN terbagi untuk santri dan masyarakat. Di Kecamatan Gampengrejo sebanyak 500 dosis, di Kecamatan Plosoklaten dan Kecamatan Papar sebanyak 7000 dosis vaksin.

Dirinya mengaku, ikut vaksin agar imun nya meningkat, sehingga tubuhnya kebal dari serangan virus, khususnya virus Covid 19. Ia juga berharap, dengan vaksinasi massal ini kehidupan dan pembelajaran di ponpes kembali normal. (me)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Terjun di Zona Merah, Tim Gabungan BPBD Kediri Berhasil Evakuasi Korban

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Lumajang – Tim Gabungan Relawan BPBD Kota Kediri diterjunkan di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Sebelum keberangkatan, tim menggelar apel pemberangkatan tim SAR penyisiran dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru Senin (6/12) di lapangan Desa Sumberwuluh. Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, POLRI dan Relawan.

Pencarian korban difokuskan di zona merah Gladak Perak yang mengalami kerusakan paling parah. Di mana jembatan putus dan jalan tertutup material longsoran letusan.

Basarnas memberikan tugas kepada Tim Gabungan Relawan BPBD Kota untuk melakukan proses evakuasi di ring zona merah Gladak Perak karena daerah tersebut rawan luncuran lahar dingin awan panas dan longsoran material letusan.

Ketua DPD PEKAT IB, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mereka melakukan proses evakuasi di zona merah. Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan proses penyisiran dari rumah ke rumah mencari korban yang mungkin belum sempat mengungsi.

Namun, tiba-tiba terjadi luncuran lahar dingin dan awan panas disertai bau belerang. Usai tim melakukan koordinasi dengan Ketua FPRB, Joko/Aji, tim memutuskan membawa sekitar 20 warga (lansia, wanita dan balita) untuk kembali ke posko pengungsi.

Selama dua hari di zona merah tim berhasil mengevakuasi sekitar 30 warga dengan menggunakan ambulance dan mobil evakuasi milik BPBD. (red)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: