spot_img
Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda Banyuwangi BEBERAPA TOKO MEBEL DI BANYUWANGI JADI TARGET PENIPUAN

BEBERAPA TOKO MEBEL DI BANYUWANGI JADI TARGET PENIPUAN

394

BANYUWANGI – Sejumlah toko meubel di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, sepertinya harus lebih berhati-hati lagi melayani pelanggan yang melalui media sosial.

Toko-toko meubel ini sepertinya sudah menjadi target penipuan dengan modus mengatasnamakan sebuah institusi Tentara Nasional Indonesia atau TNI yang memesan dagangannya.

Komandan Rayon Militer atau Koramil Srono Kapten Infantri M Dahlan menjelaskan bahwa pada beberapa hari lalu seorang owner pengusaha meubel dari Kecamatan Muncar datang ke kantor untuk klarifikasi, apakah dari Kantor Koramil Srono memesan barangnya dengan total belanja mencapai puluhan juta rupiah yang melakukan pemesanan via WhatsApp dan transaksi melalui transfer.

Dari keterangan pengusaha itu ada pelanggan yang menelpon nomor meubelnya bernama Rahmad yang mengaku anggota Koramil Srono yang memesan dagangannya, di antaranya meja dan kursi dengan total mencapai puluhan juta rupiah dan akan dibayar secara transfer.

Setelah ditunggu beberapa saat pelaku mengirimkan struk transfer bahwa palaku penipuan ini sudah benar-benar mentransfer ke rekening pemilik pengusaha meubel ini. Akan tetapi, saat dicek di salah satu nomer rekeningnya tidak ada dana yang masuk. Ketika dimintai penjelasan, pelaku penipuan ini memblokir nomer HP pemilik usaha itu. Karena merasa tidak enak dengan instasi ini, kemudian pengusaha meubel mendatangi kantor untuk klarifikasi.

Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi dengan memesan barang di meubel yang kemudian modusnya mentransfer dengan nominal tertentu, akan tetapi di cancel. Kemudian pihak meubel diminta untuk mengembalikan separo dana yang transfer, padahal pelaku penipuan ini tidak benar-benar mentransfer uang. Pelaku penipuan hanya mencari kesempatan kelengahan pemilik meubel saja.

Kapten Infantri M Dahlan menghimbau kepada seluruh pengusaha untuk lebih waspada jika ada yang memesan dagangannya melalui media sosial dan harus lebih selektif lagi jika menanggapi pelanggan melalui via telpon.