
TULUNGAGUNG – Di tengah gemuruh desa TambaK Kembang, Desa Tambarejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, terdapat seorang perajin batik ecoprint handal, Elis Zulva. Seorang ibu rumah tangga berusia 49 tahun yang telah mengukir perjalanannya dalam dunia seni cetak alam sejak tahun 2014. Elis Zulva mulai terpikat oleh keindahan ecoprint melalui seorang teman di salah satu pameran seni di Surabaya.
Dari situlah, Elis Zulva memulai perjalanan kreatifnya dalam membentuk batik ecoprint. Kini, setelah bertahun-tahun berkarya, Zulva Signature menjadi ikon batik ecoprint yang menghiasi berbagai produk, mulai dari topi, kerudung, syal, pakaian, hingga barang-barang home decor.
Metode yang digunakan oleh Elis Zulva terbagi menjadi dua, fonding dan steam. Pada metode fonding, tahapan dimulai dengan skoring dan mordan, di mana kain dibersihkan dan dijemur terlebih dahulu. Setelah itu, daun atau bunga ditempelkan pada kain dan direkam jejaknya dengan pukulan lembut. Sementara pada metode steam, kain berserat alam di mordan atau dibersihkan, lalu disiapkan untuk mendapatkan warna background batik dengan pewarna alam. Setelahnya, kain tersebut dipasangkan dengan kain blanket yang sudah diwarnai, ditempeli daun, dan dikukus selama dua jam.
“Proses ini membutuhkan ketelatenan dan keahlian yang tinggi. Saya percaya bahwa keindahan alam dapat terpancar melalui sentuhan tangan kreatif ini,” kata Elis Zulva sambil tersenyum.
Berbagai jenis daun seperti djati, jarak kepyar merah, semak semak morenggo, dan jarak wulung menjadi pilihan untuk metode fonding. Sementara untuk metode steam, daun dengan tanin yang kurang kuat, namun memiliki bentuk menarik dan disukai, dapat digunakan. Pewarnaan background batik sudah terwujud dari kain sebelumnya.
Produk jadi dari Zulva Signature menawarkan beragam pilihan, mulai dari pakaian hingga home decor. Keunikan batik ecoprint asal Tulungagung ini tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal, tetapi juga menembus pasar internasional seperti Texas dan Thailand. Harganya pun bervariasi, mulai dari 100 ribu hingga 1,5 juta rupiah.
Jam buka Zulva Signature dimulai dari pukul 8 pagi hingga 5 sore, memberikan kesempatan bagi para penggemar seni dan produk berkualitas untuk menjelajahi keindahan batik ecoprint karya Elis Zulva. Dengan sentuhan alam yang khas, Zulva Signature menjadi saksi perpaduan antara tradisi dan kreativitas modern, menginspirasi dan memperindah kehidupan sehari-hari.







