Banyuwangi – Mengais Rezeki Lewat Jalan Menjadi Silverman

137

Banyuwangi – Seorang pria asal Kecamatan Muncar menekuni profesi yang terbilang unik dan mulai bermunculan di kala pandemi saat ini. Identik dengan warna putih yang membalut badannya. Keliling kampung layaknya pengamen. Hal tersebut menjadi ciri khas pria yang satu ini. Mereka menarik hati masyarakat untuk mengeluarkan pundi rupiah dari saku mereka.

Warga sekitaran Terminal Jajag atau Terminal Genteng, sudah tidak asing dengan sosok yang satu ini. Berbadan tambun, memakai topi koboy. Khas berwarna silver di sekujur tubuhnya. Inilah Joko, pria asal Muncar yang sudah satu setengah bulan belakangan ini menghiasi jalanan. Pun menghiasi terminal di kawasan Jajag, Kecamatan Gambiran. Ia mengais rezeki lewat profesi menjadi manusia silver. Langkah kakinya terus berkayuh, dari rumah ke rumah, toko ke toko. Hal tersebut ia lakukan dengan satu tujuan. Mencari rezeki halal demi menyambung hidup di tengah sulitnya ekonomi saat ini.

Joko yang sebelumnya merupakan pengamen jalanan, terdorong oleh ajakan sesama pengamen yang juga beralih menjadi manusia silver. Ia menganggap melalui aktivitas tersebut, ia dapat lebih cepat mendapatkan rupiah. Akhirnya Joko pun tertarik dan mulai menyiapkan alat serta modal kerja, seperti cat berwarna, tip radio, serta peralatan penunjang lainnya. Modal awal pun terbilang murah dan bahan pun selalu tersedia di toko bangunan, hanya modal dua ratus ribu rupiah, Joko siap menjadi seorang manusia silver.

Meskipun begitu, hasil yang ia raih pun jauh dari kata pasti. Kadang 60 ribu, terkadang bisa 80 ribu. Terkadang juga pulang dengan tangan kosong. Menurutnya, asalkan cukup untuk makan sehari-hari ia sudah merasa bersyukur. Selama berkeliling, masyarakat tidak pernah protes apalagi mengusirnya dari tempat yang ia lewati saat berkeliling, hanya saja ia pernah memiliki pengalaman terkena razia Satpol PP. Kejadian itu membuatnya sempat ketakutan sementara waktu.

Untuk membersihkan badan, Joko pun tidak perlu repot. Hanya dengan sabun cuci piring serta air mengalir, warna putih yang menempel seluruh badan akan luntur dengan sendirinya. Ia akan terus bertahan menjalani profesi sebagai manusia silver. Sampai ia menemukan pekerjaan tetap di suatu hari nanti. (aw)