Banyuwangi – Puluhan pemuda dan pemudi Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Antusias mengikuti sosialisasi pendewasaan usia pernikahan dini yang di gelar tim penggerak PKK desa setempat.
Keinginan memiliki sebuah keluarga harmonis dan bahagia merupakan impian bagi semua generasi muda. Namun hampir seluruh kawula muda memilikii intuisi atau pemikiran tanpa pertimbangan yang logis dalam membangun keluarga.
Tergambar mereka mengungkapkan bayangan dan impian indahnya pernikahan pada sebuah lirik lagu. Mendung tanpo udan yang di populerkan oleh Ndarboy Genk. Namun di akhir lagu semua menjadi kenangan karena berpisah akibat perbedaan jalan hidup.
Penyuluh KUA Kecamatan Gambiran, Imam Muhayat menjelaskan. Kesiapan mental, usia dan fisik, baik laki laki maupun perempuan yang akan melangsungkan pernikahan harus menjadi perhatian serius, mengingat potensi cerai dalam pernikahan usia dini sangat tinggi.
Dilatarbelakangi permasalahan keluarga, aduan di bengkel sakinah, sebuah forum konsultasi bagi para ibu – ibu yang digelar di posyandu.
Serta adannya pengajuan pendaftaran dispensasi nikah pada usia dini karena suatu permasalahan tertentu, maka ketua tim penggerak PKK Desa Yosomulyo, Triposa Endang Werdiningsih menuturkan pentingnya mensosialisasikan pendewasaan usia pernikahan dini bagi para remaja di desanya.
Kegiatan yang di gelar di balai Desa Yosomulyo itu, bertujuan untuk pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga, dalam membentuk keluarga yang berkualitas dari segi fisik, mental, ekonomi, dan keterampilan.
Sekaligus memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar di dalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga. (aw)







