
Kediri – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menginstruksikan kepada jajarannya untuk lebih gencar melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada entitas bisnis di sektor perdagangan dan perindustrian. Hal tersebut untuk persiapan PPKM Level 3 dan sangat mungkin melakukan penyesuaian secara bertahap seiring menurunnya persebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur.
“Saya harap kerjasama dan kepatuhan dari para pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan dan aturan yang sudah ditetapkan. Hal ini agar tidak tercipta klaster baru sehingga ekonomi bisa berjalan dengan lancar lagi,” ujarnya. Bagi para pelaku usaha serta entitas bisnis di sektor perdagangan dan perindustrian yang berkedudukan di Kota Kediri harus melaksanakan aturan dan protokol kesehatan.
Mereka harus memperhatikan beberapa hal berikut. Pertama, menerapkan secara ketat dan mengawasi implementasi protokol kesehatan secara ketat di lokasi usaha masing-masing. Hal ini sebagaimana panduan dari Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait. Kedua, mengharuskan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan screening terhadap orang yang keluar-masuk lokasi usaha. Termasuk karyawan dan tamu atau pengunjung. Ketiga, jika terdapat karyawan yang belum menjalani vaksinasi Covid-19, berharap sikap proaktif dari manajemen perusahaan untuk mencari informasi pelaksanaan vaksinasi. Dan atau berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri.
Sejauh ini, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri telah melakukan sosialisasi kepada beberapa perusahaan. Antaranya, PT. Gudang Garam, PT Golden Coconut, Auto2000, CV Bayleaf, PT Afi Farma, PT Keong Nusantara Abadi. Selain itu juga PG Pesantren Baru, PT Sumber Pangan Nusantara, dan PT Wahana Polimer Indonesia. Masing-masing perusahaan tersebut sebagian besar karyawan sudah melakukan vaksinasi. Bahkan di PT Wahana Polimer sudah 100 persen karyawan tervaksin.
Sementara terkait beberapa isu aplikasi PeduliLindungi, telah menyiapkan solusinya. Seperti bagi karyawan senior yang kurang menggunakan gawai, solusinya dapat menunjukkan sertifikat vaksin. Lalu pada PT Afi Farma terdapat karyawan yang berdomisili di luar Kota Kediri yang belum tervaksin solusinya melakukan tes rapid antigen sewaktu-waktu secara acak.
Tak hanya itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri juga menurunkan tim ke lapangan. Hal ini untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada perusahaan industri yang ada di Kota Kediri. Agar memudahkan skrining pengunjung, perusahaan dapat memasang QR code pada pintu masuk yang dapat diunduh melalui portal cms.pedulilindungi.id. (me)







