Kediri – Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri melakukan sidak dan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dijual oleh para pedagang, sebagai upaya untuk mengantisipasi munculnya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin siang.
Salah satu peternakan hewan milik Agus, yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu sasaran pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hewan yang dijual oleh para pedagang sehat dan aman sebagai hewan kurban. Kabupaten Kediri merupakan salah satu pemasok hewan ternak ke kota-kota besar.
Petugas memeriksa kondisi mulut, kulit, dan alat kelamin pada hewan yang akan dijadikan hewan kurban. Tidak hanya hewan sapi, petugas juga memeriksa kondisi hewan-hewan kambing.
“Kabid Keswan dan Kesmavet DKPP Kabupaten Kediri, Yhuni Ismawati, mengatakan bahwa laporan terkait penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) masuk ke DKPP sebanyak 186 kasus, dan hingga saat ini tinggal 10 hewan yang sakit. Sedangkan untuk penyakit LSD, pihaknya menerima laporan 103 kasus, dan hingga kini tinggal 40 hewan yang sakit. Namun, pihaknya memastikan bahwa terdapat 12 ribu hewan sapi dan 40 ribu hewan kambing yang siap untuk dijadikan hewan kurban,” ujar Yhuni Ismawati, Kabid Keswan dan Kesmavet DKPP Kabupaten Kediri.
Untuk memastikan keamanan hewan-hewan yang dijual oleh para pedagang hingga Hari Raya Idul Adha, petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan ke kandang-kandang hewan ternak.
Dengan dilakukannya pemeriksaan dan tindakan pencegahan ini, diharapkan penyakit-penyakit yang berpotensi menular dapat diminimalisir, sehingga hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dapat dipastikan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Pemerintah daerah terus berupaya menjaga kualitas dan keamanan pangan, serta kesehatan hewan ternak demi kepentingan masyarakat.







