Connect with us

Jawa Timur

Angka Konsumsi Ikan Nasional Hanya 150 Gram/Hari, PPKH Kabupaten Kediri Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Diterbitkan

pada

Kediri – Berdasarkan data dari laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada tahun 2020, angka konsumsi ikan nasional sebesar 56,39 kg/kapita/tahun. Angka ini naik 3,47% dibanding tahun lalu yang sebesar 54,5 kg/kapita/tahun. Sedangkan Provinsi Jawa Timur masih jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional, yaitu 41,22 kg /kapita/tahun. Angka tersebut jika terkonversi dalam konsumsi harian adalah rata-rata 150 gram per hari. Ini untuk angka konsumsi ikan nasional dan 110 gram untuk konsumsi di Jawa Timur. Angka konsumsi ikan di Kabupaten Kediri lebih jauh lagi dari angka konsumsi ikan nasional, yaitu 21 kg/kapita/tahun dengan target tahun ini 27,5 kg/kapita/tahun. Hal ini tersampaikan oleh Nur Hafid Plt. Kepala Dinas Perikanan Kab. Kediri dalam berita.kedirikab.go.id.

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah kami sebarkan kepada 3709 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di lima wilayah kecamatan. Yaitu Gampengrejo, Gurah, Kayen kidul, Ngasem, dan Pagu, KPM PKH yang konsumsi ikan hanya 84% atau 3111 KPM, sisanya tidak makan. Walaupun banyak KPM yang makan ikan, intensitas dan jumlah konsumsinya masih rendah, dari 3111 KPM yang makan ikan. KPM yang setiap hari makan ikan hanya 242 KPM dan jumlah konsumsi ikan hanya ¼ sampai ½ kg untuk makan sekeluarga. Hal ini menjadi miris, karena di tiga wilayah kecamatan kami merupakan sentra budidaya ikan konsumsi. Khususnya lele. Seperti dalam Kediri.kab.go.id, Kecamatan Gurah, Ngasem dan Gampengrejo masuk 7 besar kecamatan penghasil ikan lele.

Rendahnya konsumsi ikan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah persepsi masyarakat mengenai makan ikan mahal dan baunya tidak sedap. Anggapan ini muncul dan mengendap dalam pikiran sebagian masyarakat. Hal tersebut karena kesadaran akan pentingya makan ikan yang mengandung gizi tinggi di masyarakat juga masih rendah.

Untuk merespon fenomena di atas, Yayasan Keluarga Harapan bersama Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kabupaten Kediri menginisiasi sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat gemar makan ikan, buah dan sayur. Kegiatan tersebut bernama GEMA IBU AYU (Gerakan Makan Ikan, Buah dan Sayur). Gerakan ini merupakan sub dari gerakan yang lebih besar yang bernama CENTING (Cegah dan Tangani Stunting) yang digagas oleh Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kabupaten Kediri.

Sebagai sebuah gerakan, kegiatan ini sangat membutuhkan peran aktif dari segala lapisan masyarakat. Sehingga perlu pula semacam kampanye untuk memulai gerakan ini. Maka dari itu akan ada Expose gerakan ini pada Sabtu, 27 November 2021 yang berlokasi di Bendung Gerak Waruturi Desa Gampeng Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri pukul 09.00 WIB – selesai.

Harapannya dari gerakan kecil di wilayah lumbung ikan konsumsi ini. Nanti bisa berkembang meluas ke daerah-daerah lain di sekitar Kediri, khususnya. Di Indonesia pada umumnya. Kandungan omega 3, protein, karotenoid, taurin, vitamin, dan mineral di dalam ikan memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah stunting. (*/bk)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Terjun di Zona Merah, Tim Gabungan BPBD Kediri Berhasil Evakuasi Korban

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Lumajang – Tim Gabungan Relawan BPBD Kota Kediri diterjunkan di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Sebelum keberangkatan, tim menggelar apel pemberangkatan tim SAR penyisiran dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru Senin (6/12) di lapangan Desa Sumberwuluh. Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, POLRI dan Relawan.

Pencarian korban difokuskan di zona merah Gladak Perak yang mengalami kerusakan paling parah. Di mana jembatan putus dan jalan tertutup material longsoran letusan.

Basarnas memberikan tugas kepada Tim Gabungan Relawan BPBD Kota untuk melakukan proses evakuasi di ring zona merah Gladak Perak karena daerah tersebut rawan luncuran lahar dingin awan panas dan longsoran material letusan.

Ketua DPD PEKAT IB, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mereka melakukan proses evakuasi di zona merah. Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan proses penyisiran dari rumah ke rumah mencari korban yang mungkin belum sempat mengungsi.

Namun, tiba-tiba terjadi luncuran lahar dingin dan awan panas disertai bau belerang. Usai tim melakukan koordinasi dengan Ketua FPRB, Joko/Aji, tim memutuskan membawa sekitar 20 warga (lansia, wanita dan balita) untuk kembali ke posko pengungsi.

Selama dua hari di zona merah tim berhasil mengevakuasi sekitar 30 warga dengan menggunakan ambulance dan mobil evakuasi milik BPBD. (red)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: