Kediri โ Aliansi BEM Kediri Raya menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Kediri, selasa (12/4/2022). Seruan aksi tersebut disebar melalui selebaran di media elektronik BEM masing-masing kampus. Sebelumnya, massa aksi berkumpul di satu titik yakni Lapangan Tosaren, Kabupaten Kediri kemudian beriringan menuju kantor DPRD bersama-sama.
Tak kurang dari 300 mahasiswa terlibat dalam aksi kali ini. Massa aksi ini menyampaikan setidaknya empat tuntutan. Di antaranya meminta pemerintah menstabilkan harga komoditas, mengembalikan harga Pertamax, mendesak pemerintah untuk segera menurunkan subsidi minyak goreng, menindak tegas mafia minyak goreng, serta menolak perpanjangan jabatan dan penundaan pemilu.
Andri Valentino, koordinator lapangan aksi mahasiswa menuturkan, tujuan aksi kali ini adalah ingin menyuarakan keluh kesah rakyat. Terutama pasca kenaikan bahan pokok minyak goreng dan Pertamax.ย Selain itu, para mahasiswa juga menuntut pemerintah tegas memberantasย mafia minyak goreng. Kenaikan minyak goreng setelah dicabutnya subsidi membuat masyarakat keberatan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodik Purwanto turun langsung ke jalan untuk berdialog dengan para mahasiswa. Ia mendengar aspirasi mahasiswa dan mencoba mencari jalan tengah.ย Dodik juga meminta solusi dan kerja sama berbagai pihak untuk menangani keluhan masyarakat yang disuarakan oleh para mahasiswa.
Terkait permasalahan minyak goreng, Dodik juga turut meminta kerjasama dari berbagai pihak.ย Tak hanya berdialog dan menampung aspirasi para mahasiswa, Dodik juga menandatangani secara tertulis tuntutan para mahasiswa.(red)







