
Kediri – Pencemaran air sumur yang terjadi pada belasan sumur warga RT 005 RW 002 Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.Kalangan DPRD Kota Kediri dari Ketua Komisi C mendesak penanganan yang komprehensif dengan memberikan saluran PDAM dan Iurannya secara gratis hingga recovery dampak pencemaran itu teratasi
Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari saat dikonfirmasi mengungkapkan, seharusnya pemerintah segera memberikan penanganan cepat atas kondisi itu seperti segera memasang saluran air PDAM ke rumah rumah warga yang air sumbernya atau sumurnya tercemar.
“Sejauh ini memang sudah ada penyaluran tandon tandon serta pengirima air bagi warga yang terdampak akibat dugaan pencemaran dari Usaha BBM yang tak jauh dari lokasi.Komisi C menunggu hasil penelitian dari ITS yang digandeng Pemerintah Kota Kediri dan diharapkan juga ada tindakan pemasangan saluran air PDAM untuk memenuhi air bersih warga dengan menggratiskan semuanya mulai pemasangan maupun iuran bulanan hingga hasil dari recovery dampak tercemarnya air warga bisa pulih teratasi sedemikian rupa,”ungkap Pak Raden panggilan akrab Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri,Senin (11/9/2023)
Sejauh ini Pemkot menggandeng ITS untuk meneliti kandungan air sumur yang tercemar tersebut.
โSudah diambil sampel oleh ITS bersama tim DLHKP, Dinas Kesehatan Kota Kediri. Nanti dilihat zat di dalamnya apa, lalu akan dicari penyebabnya apa hingga sumur waga tercemarโ kata AKP Nova.
โKami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota dalam hal ini DLHKP dalam penanganan dugaan pencemaraan sumur warga di Kel Tempurejo,โ pungkasnya.
Pada Sabtu (9/9/2023) lalu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meninjau lingkungan RT 05 RW 02 Kelurahan Tempurejo setelah menerima laporan, air yang tercemar berwarna hitam pekat.
Temuan tersebut terjadi di sumur rumah Sulastri. Bahkan air yang berwarna kehitaman ini berkobar ketika disulut api.
โTim dari DLHKP akan membawa air berwarna hitam ini ke ITS. Tujuannya untuk diteliti kandungan apa saja. Beberapa waktu lalu ITS sudah ambil sampel di sini dan kita sedang menunggu hasil pastinya,โ ujarnya.
Mas Abu menjelaskan hasil sementara dari sampel air yang diteliti ITS, ditemukan adanya kandungan petrolium hidrokarbon. Dimana pada pengambilan sampel lalu total petrolium hidrokarbon (TPH) di rumah Semi sebesar 16,50, Sugiono 7, Sutiyah 14, Kasmini 7, dan sumur bor 14,5.
Sementara untuk air yang berwarna hitam ini masih harus diteliti untuk mengetahui kandungannya.
โIni sudah ditemukan bahwa ini pencemaran bahkan airnya sudah semakin kental. Nanti akan diteliti lebih lanjut dan dicari sumbernya. Cara mencarinya ITS akan menggunakan geolistrik,โ jelasnya.(ef)







