spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda Kediri Air Warga Masih Bau, Tercemar BBM Masih Terasa

Air Warga Masih Bau, Tercemar BBM Masih Terasa

217

KEDIRI, MADUTV – Tim Relawan Kesehatan (Rekan) Jawa Timur yang melakukan investigasi untuk melihat secara langsung perkembangan atas tercemarnya air sumur warga akibat dugaan kebocoran BBM dari salah satu SPBU diwilayah Pesantren.

Dengan langsung turun ke lapangan, menyikapi aduan warga di Lingkungan Kresek Kelurahan Tempurejo, Tim Relawan Kesehatan Jawatimur melihat dan mendengar langsung warga serta kondisi dilapangan akibat dari terdampak kebocoran bahan bakar milik SPBU.

Terlihat sedih sejumlah warga bercerita bila bantuan air bersih sesuai kesepakatan dengan pihak SPBU disaksikan DLHKP selaku wakil pemerintah kota bakal dihentikan. Sementara air sumur yang tercemar hingga sekarang belum bisa dipergunakan karena masih menyisakan bau bahan bakar.

โ€œKami datang atas aduan warga setempat. Bahwa ternyata permasalahan kebocoran bahan bakar dari SPBU tidak diselesaikan dengan baik. Sumur warga masih tercemar, bantuan kompensasi air bersih akan dihentikan. Sementara keterangan kami dapat, pihak penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota menyatakan tidak ada temuan tindak pidana,โ€ tegas Bagus Romadhon, Ketua Rekan Jatim kepada Jurnalis

Bagus menegaskan, bahwa ini merupakan kasus pencemaran lingkungan dan harus ada pihak bertanggung jawab.

โ€œJangan hanya diselesaikan dengan kesepakatan namun ternyata tidak ada pengawasan melekat. Menurut kami, pihak SPBU bisa dijadikan tersangka. Bila memberikan kompensasi atau ganti rugi apakah kasus ini bisa selesai? itu ilmu hukum darimana digunakan polisi?,โ€ ucap Ketua Rekan Jatim.

Eko Budiono selaku Kuasa Hukum dari pihak SPBU melalui pesan WhatsApp saat dikasih info atas informasi itu mengaku, semua berjalan masih seperti biasa

Sementara itu Kepala DLHKP Imam Mutaqin mengungkapkan, sejauh ini usai mendapatkan informasi itu langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan langsung mengumpulkan informasi secara langsung kelokasi warga atas adanya rencana penghentian suplay air bersih ke warga.

“Kami akan koordinasi dengan pihak Pertamina karena dari pihak SPBU hanya diwakili koordinatornya yang mengaku hanya mendapatkan arahan dari pemilik sehingga kondisi ini akan terus kami tindak lanjuti untuk kepentingan bersama,apalagi menjelang Ramadhan kebutuhan air bersih sangat diharapkan warga terdampak,” terangnya.(ef)