
BANYUWANGI – Menyikapi potensi banjir selama musim penghujan, TNI-Polri dan Korsda Pesanggaran bersinergi melakukan pengerukan sedimen di anak Sungai Gonggo Pesanggaran, Banyuwangi. Pengerukan ini dilaksanakan secara manual dengan melibatkan sejumlah petugas, menghasilkan pencapaian memuaskan dalam waktu yang singkat.
Kegiatan kerja bakti di aliran afur Kaliulu, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, dilaksanakan pada Jumat pagi. Peralatan manual digunakan untuk membersihkan aliran anak Sungai Gonggo yang tertutup oleh sedimen setinggi satu meter. Seluruh jajaran petugas terlibat aktif dalam upaya ini, dan hasilnya, sedimen setinggi satu meter berhasil digulung dalam waktu yang singkat.
Sugiono, perwakilan dari Korsda Pesanggaran, menyebutkan bahwa pengerukan ini merupakan bagian dari langkah pencegahan terhadap potensi luapan air afur Kaliulu saat musim hujan tiba. Air dari afur Kaliuluh bermuara ke Sungai Gonggo, yang sebelumnya pernah meluap pada puncak musim hujan tahun lalu. Oleh karena itu, tindakan pengerukan sedimen dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kelancaran aliran air saat hujan deras melanda.
Meski berstatus darurat, Sugiono menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan kegiatan pengerukan sedimen secara kontinu. Ia menyampaikan bahwa upaya pencegahan banjir dengan pengerukan sedimen telah dilakukan sejak dua tahun belakangan, mengingat wilayah Pesanggaran tergolong rawan banjir di Banyuwangi.
Upaya ini tidak hanya terfokus pada afur Kaliuluh, melainkan juga mencakup sejumlah titik aliran sungai di desa seberang yang kerap dilanda banjir, seperti Desa Kandangan dan Sarongan yang menjadi korban banjir pada tahun lalu.
Dalam wawancara terpisah, Danramil Pesanggaran, Lettu (Inf) Mokhlis, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus mendukung dan melibatkan unsur TNI dalam upaya pencegahan bencana banjir di Banyuwangi.







