Kediri – Seluas kurang lebih 100 Ru tanaman bawang merah yang berada di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mendapat serangan hama ulat grayak atau ulat tentara. Tanaman harus petani panen dini agar tidak mengalami kerugian.
Petani menjerit karena selain tanaman bawang merahnya mendapat serangan ulat grayak, harga saat ini juga anjlok dratis. Sebelumnya, harganya kisaran 15 ribu perkilogramnya. Saat ini hanya di angka 7 ribu rupiah.
Serangan ulat grayak mengakibatkan daun tanaman bawang merah mongering. Hingga mengakibatkan pertumbuhan ubi tanaman bawang merah terganggu. Apabila dibiarkan, bisa menyebabkan gagal panen.
Serangan hama ulat grayak juga mengancam lahan pertanian bawang merah seluas lima hektar yang ada di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Petani Desa Paron mengaku bahwa serangan ulat grayak terjadi saat tanaman bawang merah berumur kisaran 2 minggu. (me)







