spot_img
Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda BERITA VIDEO Gunung Marapi Singgalang di Sumbar Meletus, Muntahan Abu Vulkanik Hingga 3.000 Meter

Gunung Marapi Singgalang di Sumbar Meletus, Muntahan Abu Vulkanik Hingga 3.000 Meter

469
Gunung Marapi yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, Meletus pada Minggu (3/12/23)

Agam, Sumatera Barat – Gunung Marapi yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami letusan pada hari ini, Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB.

Letusan gunungapi setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut ini ditandai dengan keluarnya kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak kawah, disertai suara gemuruh. Hasil perekaman seismogram Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat amplitudo maksimum letusan mencapai 30 mm dengan durasi 4 menit 41 detik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Wasito, mengonfirmasi kejadian ini melalui sambungan telepon. Saat ini, tim BPBD Kabupaten Agam telah ditempatkan di dua wilayah terdekat dengan puncak, yaitu Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan Canduang.

Tim Pusat Pengendali dan Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Agam, Ade Setiawan, menyatakan bahwa hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Marapi dilaporkan terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Saat dilaporkan langsung dari lapangan, intensitas hujan abu vulkanik tersebut menciptakan suasana gelap dan pekat di Nagari Lasi.

Tim BPBD Kabupaten Agam dan Palang Merah Indonesia (PMI) segera mendistribusikan masker kepada masyarakat dan mengimbau agar warga tetap berada di dalam rumah mengingat tingginya intensitas hujan abu vulkanik yang dapat berdampak pada kesehatan

Sementara itu, hujan abu vulkanik juga terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Pua, namun dengan intensitas yang lebih rendah dan durasi yang tidak terlalu lama. Hal ini diduga karena arah angin yang cenderung menuju wilayah Kecamatan Canduang.

Tim BPBD Kabupaten Agam bersama PMI terus melakukan pemantauan di Kecamatan Sungai Pua dan Canduang, untuk antisipasi dan kajian cepat, sekaligus berkoordinasi dengan para Wali Nagari. Saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, kerugian materi, dan gangguan aktivitas masyarakat.

Sebelumnya, berdasarkan analisis dan evaluasi hingga 16 November 2023, tingkat aktivitas Gunungapi Marapi tetap berada pada level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Berkaitan dengan tingkat aktivitas tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan dilarang melakukan kegiatan dalam radius 3 km dari kawah/puncak. Ketika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat keluar rumah guna mengurangi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan. Disarankan juga untuk mengamankan sumber air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

PVMBG-Badan Geologi akan terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Agam, dan BPBD Kabupaten Tanah Datar dalam memberikan informasi mengenai aktivitas Gunung Marapi.