Connect with us

Kediri

Warga Berharap Bantuan Dampak Covid-19 Tepat Sasaran

Diterbitkan

pada

Warga Berharap Bantuan Dampak Covid-19 Tepat Sasaran

Warga Berharap Bantuan Dampak Covid-19 Tepat Sasaran

Di awal puasa ramadhan, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, mulai menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kota Kediri. Bantuan yang bersumber dari dana APBD Kota Kediri, diperuntukan bagi warga Kota Kediri yang terdampak covid 19.

Bantuan yang diberi nama kartu sahabat atau santunan hadapi bencana tunai, berupa beras 10 kilogram, dua masker, dan uang RP 200.000 yang dapat diambil dengan membawa kartu sahabat ke Bank Jatim.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam pengumumannya, melalui instagram, mengatakan bagi masyarakat Kota Kediri yang belum mendapatkan bantuan kartu sahabat, bisa mendaftarkan di kelurahan masing masing.

Dengan syarat, membawa kartu keluarga, dan juga KTP, serta memberikan keterangan bahwa, kerjanya terdampak Covid 19.

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Hukum dan Ham

Rekonstruksi Pembuang Bayi Oleh Ibu Kandungnya

Diterbitkan

pada

Adegan saat pelaksanaan rekonstruksi bayi oleh ibu kandung. Dok: tangkapan layar Redaksi Madu TV.

Kediri – Tim penyidik Polres Kediri Kota, mengelar rekonstruksi ibu yang tega membuang bayinya sendiri. Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku memperagakan sebanyak 34 reka adegan. Diawali dengan pelaku melahirkan di dalam kamar mandi rumahnya, menyumpal mulut bayinya hingga pelaku membuangnya ke sungai.

Rekonstruksi pembuang bayi Marsela warga Kelurahan Banjaran Kecamatan Kota Kediri. Dalam rekonstruksi, pelaku memperagakan sebanyak 34 reka adegan.

Pelaku marsela 19 tahun tersebut, tega membunuh bayi kandungnya, karena terduga malu hamil dan melahirkan anak di luar nikah. Pelaku juga tampak menangis saat memperagakan reka adegan bayi kandungan yang ia buang ke Sungai Kresek.

Reka adegan pelaku awali dengan adegan saat pelaku melahirkan di kamar mandi rumahnya. Pelaku yang panik kemudian menyumpal mulut bayi yang baru terlahir dengan plastik pembalut wanita. Setelah bayinya tidak bergerak, pelaku lalu berjalan ke arah sungai kresek dan membuang buah hatinya sendiri ke sungai.

Rekontruksi terlaksana di perumahan polri untuk menghindari kerumunan. Pelaku mendapat jeratan pasal 341 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sekedar diketahui, kasus pembunuhan bayi tersebut terjadi pada sabtu (14/8/2021) yang lalu. Jasad bayi warga temukan mengambang di aliran Sungai Kresek, Yang berada di belakang rumah pelaku. (me)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: